Sabtu, 29 Agustus 2009 12:08 WIB News Share :

Polri
Cukup bukti tangkap Mohamad Jibril

Jakarta–Abu Jibril mempertanyakan polisi mengenai penangkapan terhadap anaknya, Mohamad Jibril alias Muhammad Rifky Ardan. Polisi menyatakan penangkapan tersebut didasari oleh bukti awal yang cukup.

“Betul M.Jibril ditangkap oleh Densus 88, dasar penangkapannya adalah bukti awal yang cukup,” ujar Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji, Sabtu (29/8).

Menurut Susno hal itu sudah disampaikan langsung kepada Abu Jibril Jumat 28 Agustus kemarin. Saat ini, kata Susno, M.Jibril masih dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

“Sesuai kewenangan yang diberikan untuk penangkapan. Penyidik diberi kewenangan selama 7 x 24 jam untuk pemeriksaan,” terang jenderal bintang tiga tersebut.

Lebih lanjut Susno mengatakan, polisi belum bisa memenuhi permintaan Abu Jibril untuk bertemu anaknya. Alasannya agar tidak mengganggu jalannya pemeriksaan oleh penyidik.

“Hal ini tidak berlaku hanya bagi M.Jibril tetapi berlaku bagi semua tersangka tanpa terkecuali,” pungkas mantan Kapolda Jabar tersebut.

Muhammad Jibril ditangkap oleh polisi Selasa 25 Agustus lalu, sekitar 500 meter menuju rumahnya. Polisi menduga M.Jibril terkait dengan pendanaan aksi pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…