Sabtu, 29 Agustus 2009 20:35 WIB Sukoharjo Share :

Pengawasan daging diperketat

Sukoharjo (Espos)–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sukoharjo mengingatkan para penjual daging sapi di pasar tradisional memisahkan antara daging lama dengan daging baru lantaran kualitas keduanya berbeda,

Imbauan tersebut dikeluarkan Disperindag lantaran dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan tim gabungan Pemkab yang terdiri dari Disperindag, Dinas Pertanian, Satpol PP, Polsek Kartasura serta beberapa instansi lain di Pasar Kartasura, Sabtu (29/8) dini hari, beberapa penjual daging mencampur daging sapi dagangan mereka antara daging sapi yang lama dengan daging sapi yang baru.

Dalam Sidak yang dilakukan akhir pekan itu, tim menemukan, daging yang dicampur dibungkus dalam tas plastik warna hitam di meja dagangan serta di lantai pasar. Pembeli yang tidak tahu, ditengarai kerap membeli daging dengan mengira daging yang mereka beli adalah daging baru.

Kepala Disperindag, Nanik Sunarni menerangkan, pihaknya sudah mengingatkan pedagang agar memisahkan antara daging sapi yang baru dengan daging sapi yang lama.

“Dalam Sidak yang kami gelar Sabtu dini hari, tim tidak menemukan adanya daging glonggongan. Berarti sudah bagus,” jelasnya ketika dijumpai wartawan, Sabtu.

Nanik menambahkan, meski demikian pihaknya memang menemukan daging sapi lama alias daging ayang sudah beberapa hari disimpan dalam frezeer.

aps

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…