Sabtu, 29 Agustus 2009 19:51 WIB Issue Share :

Menggali kreasi dari balik jeruji

Solo (Espos)–Saat menorehkan kuas di atas kertas tampak sekali ada keragu-raguan, sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk membentuk sebuah obyek yang bisa dikenali.

Dari sepuluh tahanan anak  berusia belasan tahun tersebut, hanya dua anak yang bisa menggambar obyek gelas dan buah jeruk di atas meja sesuai bentuk dan warna aslinya. Selebihnya hanya goresan tak beraturan yang didominasi warna-warna gelap, seolah mewakili kejiwaan tahanan anak yang menghuni Rutan Kelas I Solo tersebut.

“Senang bisa dapat hiburan seperti ini, bisa ngilangin stress. Selama ini yang dilihat hanya dinding dan besi saja,” kata Fem, salah satu tahanan anak Rutan tersebut. Dia mengaku sempat menangis karena bingung mau melukis apa saat menggambar kali pertama, 8 Agustus lalu.

“Kalau sekarang, aku bisa menggambar karena ada obyek yang ditiru,” ungkap tahanan anak sementara kasus Narkoba yang masih harus mengikuti beberapa kali persidangan ini.

Kondisi kejiwaannya yang masih labil seolah dia tuangkan lewat warna-warna gelap seperti coklat tua, dan biru tua dalam lukisannya.

Meskipun baru kali kedua dilakukan namun kegiatan menggambar obyek gelas dan buah yang dilakukan di aula atas Rutan Kelas I Solo, Sabtu (29/8) tersebut mengasah daya kreasi tahanan sementara dan narapidana yang rata-rata berusia 14 – 17 tahun.
Apalagi kegiatan tersebut dilakukan untuk mengisi waktu di bulan Puasa.

“Kegiatan ini tidak semata mengasah motorik mereka tapi dari sapuan kuas mereka dapat terbaca beban psikologis mereka selama berada di Rutan sehingga dapat segera dilakukan konseling,” kata Koordinator (KaPAS),  Dian Sasmita SH. Sebagai bentuk penghargaan terhadap karya mereka, sambungnya, salah satu lukisan mereka yang berbentuk kendi dikirimkan ke Walikota Solo, agar ikut memperhatikan masa depan mereka selepas dari Rutan.

Menurutnya, kegiatan ini dimaksudkan untuk membina kepribadian dan kemandirian mereka.

ema

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…