Sabtu, 29 Agustus 2009 13:39 WIB Hukum Share :

Lakalantas 3 Orang tewas, polisi tes urine pengemudi mobil

Yogyakarta–Tim Penyidik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Poltabes Yogyakarta akan melakukan tes urine terhadap pengemudi mobil Mitsubhisi Eterna AB 7328 VH yang mengalami kelakaan beruntun di Yogyakarta, Jumat malam (28/8).

Kasatlantas Poltabes Yogyakarta Rumino Ardano menyatakan kecelakaan yang terjadi di Jalan Dr Soetomo (jembatan layang) pada Jumat (28/8) malam sekitar pukul 23:45 WIB itu mengakibatkan tiga orang tewas.

“Kami akan melakukan tes urine dan darah terhadap Nuryanto Satyo Widodo (31) warga Ngaglik, Patalan Jetis Bantul, pengemudi mobil yang menabrak tiga sepeda motor dan satu mobil hingga mengakibatkan jatuh korban tiga nyawa,” katanya.

Menurut dia, tes urine dan darah ini dilakukan untuk mengetahui apakah saat kejadian pengemudi dalam pengaruh alkohol atau obat-obatan atau tidak.

“Kami akan cek silang antara hasil tes urine dengan hasil penyelidikan di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan lima kendaraan bermotor yakni dua mobil dan tiga sepeda motor.

“Akibat kejadian tersebut dua orang pengendara motor tewas seketika dan satu orang tewas di rumah sakit, bahkan satu korban tewas karena terpental dari jembatan layang dengan ketinggian lebih dari 10 meter,” katanya.

Selain tiga orang tewas, kecelakaan lalu lintas tersebut juga mengakibatkan tiga korban lain mengalami luka berat dan satu luka ringan.

“Semua korban tewas adalah pengendara sepeda motor yang ditabrak secara beruntun oleh Mitsubhisi Eterna AB 7328 VH. Tiga korban luka berat adalah pembonceng sepeda motor dan pengemudi mobil,” katanya.

Ruminio mengatakan, dari perkiraan sementara kecelakaan tersebut diduga bermula dari mobil Mitsubhisi Eterna AB 7328 VH. “Namun, penyebab pasti kejadian itu masih kami selidiki,” katanya.

Ia mengatakan keterangan yang dihimpun dari para saksi di lokasi kejadian menunjukkan bahwa peristiwa ini bermula saat mobil Mitsubhisi Eterna yang dikemudikan Nuryanto Satyo Widodo (Dosen UAD Yogyakarta) melaju dari arah selatan.

“Saat menanjak di jembatan layang, diduga mobil berjalan terlalu ke kanan dan melanggar marka jalan, ketika berada di puncak jembatan layang dari arah berlawanan muncul sepeda motor Suzuki Shogun AB 5731 RF yang dikendarai Dwi Ratmoko (24) warga Jalan Klitren Lor GK 3/442 RT sehingga mobil langsung menabrak sepeda motor tersebut hingga pengendara tewas di lokasi,” katanya.

Setelah menabrak motor dan menghantam tembok di sisi timur, mobil terus melaju di sisi kanan jalan dalam posisi ban sebelah kanan depan lepas dan kemudian menabrak sepeda motor Honda CS1 AB 2907 JY yang dikemudikan Hendri Prayitno (26) warga Janturan UH 4/457 RT 17/04 hingga pengendara mengalami luka berat.

Mobil terus melaju tak terkendali dan menabrak sepeda motor Yamaha Mio D 5643 VI yang dikemudikan Dedy Purnomo (16), warga Tlogorejo RT 002/RW 001 Tlogorejo Butuh Purworejo dengan membocengkan Esa Nugraha (23) Jalan Pamekar II/22 RT 06/03 Bandung.

“Dua pengendara sepeda motor berwarna putih ini satu di antaranya tewas di TKP. Sedangkan satu lagi, akibat benturan yang sangat hebat terpental dari motor dan jatuh dari atas jembatan layang ke aspal di bawah jembatan,” katanya.

Mobil Mitsubhisi Eterna ini baru berhenti setelah kembali menghantam sebuah mobil Honda Stream AB 1383 KF yang dikemudikan Rudy Wijaya, warga Jalan Kusumanegara No 62 Yogyakarta.

“Kami masih akan mengembangkan kasus ini termasuk apakah¬† penyebab kecelakaan ini akibat faktor manusia. Terutama sopir mobil Mitsubhisi Eterna,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…