Sri Lestari
Sabtu, 29 Agustus 2009 20:08 WIB Tokoh Share :

Cempluk ikut gerah

Sri Lestari

Sri Lestari

Mencuatnya peristiwa klaim budaya milik Indonesia oleh negara lain, tak luput dari perhatian Sri Lestari atau yang akrab disapa Cempluk. Pentolan kelompok Teater Tari Sahita yang loyal dalam menggarap kesenian tradisi tersebut  mengaku merasa gerah atas munculnya tari Pendet di salah satu iklan pariwisata Negeri Jiran, Malaysia.
”Andai pun mereka meminta maaf, seharusnya sejak awal kejadian seperti itu tak boleh terjadi. Pemerintah harus tegas menyikapi kejadian seperti ini. Karena kalau tidak, kejadian serupa bisa terulang kembali,” terang Cempluk saat ditemui Espos, Jumat (28/8), di sela-sela kesibukannya.
Dengan munculnya bentuk kekecewaan atas kejadian itu, harap Cempluk, harusnya masyarakat dan pihak pemerintah Indonesia mulai memberikan perhatian lebih dan melindungi budaya yang menjadi warisan leluhur. Dan tidak terlalu berkiblat dengan kebudayaan modern yang justru mengabaikan kebudayaan milik bangsa sendiri.
”Hal-hal seperti itu tidak bisa disikapi dengan istilah kelingan lamun kelingan.  Artinya kita baru sadar kalau apa yang kita punya sudah hilang,” tegas perempuan asal Sragen tersebut.  hkt

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…