Sabtu, 29 Agustus 2009 13:49 WIB News Share :

7.145 Orang ikuti tes CPNS Deplu

Jakarta–Sebanyak 7.145 orang  mengikuti tes tertulis penerimaan pegawai negeri Departemen Luar Negeri (Deplu)  di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8).

Angka tersebut berkurang jika dibandingkan peserta ujian tertulis tahun 2008 yang sebanyak 10.081 orang.

Berdasarkan hasil seleksi administrasi, tahun ini terdapat 7.145 orang pelamar yang dinyatakan berhak mengikuti ujian tulis substansi dengan perincian 6.330 orang untuk mengisi formasi Pejabat Diplomatik dan Konsuler (PDK), 498 orang untuk Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan (BPKRT) dan 317 untuk Petugas Komunikasi (PK).

“Untuk tahun ini, Deplu akan menerima 255 orang pegawai dengan perincian 150 orang untuk jabatan PDK, 75 orang BPKRT, serta 30 orang untuk PK,” kata Kepala Biro Kepegawaian Departemen Luar Negeri Priyo Iswanto, di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan sistem penerimaan pegawai Deplu untuk tahun anggaran 2009 memakai teknologi “e-recruitment”, yaitu melalui jaringan internet. Menurut dia, sistem itu dipakai untuk meningkatkan transparansi dan aksesibilitas para pelamar di seluruh wilayah Indonesia.

Priyo menyebutkan, dalam seleksi awal secara “online” tersebut, terdapat 20.431 orang pelamar yang kemudian disaring berkas lamarannya sehingga diperoleh angka 7.145 orang pelamar yang berhak mengikuti ujian tertulis.

Dia menyatakan, seleksi secara “online” merupakan salah satu upaya Deplu dalam menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dalam proses penerimaan calon pegawai.

Dalam sistem ISO yang sudah diterapkan Deplu sejak tahun 2006, katanya, penerimaan pegawai Deplu akan dibagi menjadi enam tahapan yakni seleksi administrasi, seleksi ujian tertulis substansi, seleksi ujian bahasa asing, seleksi wawancara substansi, pemeriksaan psikologi dan uji kemampuan penguasaan teknologi informasi.

“Dengan menerapkan ISO diharapkan sistem penerimaan pegawai baru Deplu sudah baku dan terstandar dengan baik. Bagi kami, proses rekrutmen yang baik akan menghasilkan pegawai yang baik pula,” ujarnya.

Sementara itu, Rika (24), seorang peserta ujian tulis, menyambut baik sistem “online” yang dipakai Deplu. Menurutnya, seleksi secara “online” dapat mempermudah pelamar asal luar kota Jakarta untuk mengakses perkembangan terbaru dari tahapan seleksi penerimaan pegawai instansi tersebut.

“Seleksi secara ‘online’ memudahkan saya mengakses lamaran ke Deplu dan mengecek perkembangan terbaru seleksi penerimaan pegawai yang dikeluarkan instansi ini,” kata wanita yang bekerja di kota Pekanbaru, Provinsi Riau, itu.

Peserta ujian yang lain, Yanti (25), juga menyatakan sambutannya terhadap sistem ISO yang diterapkan Deplu. “Sistem penerimaan pegawai Deplu transparan dan adil, tidak ada intervensi dari pihak manapun karena identitas peserta dan kelayakannya mengikuti ujian penerimaan tahap selanjutnya ditentukan oleh sistem yang baku,” kata wanita yang sudah dua kali mengikuti seleksi pegawai Deplu itu.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…