Sabtu, 29 Agustus 2009 18:30 WIB Solo Share :

296 Perlintasan KA se-Soloraya tak berpalang

Solo (Espos)--Sebanyak 296 perlintasan kereta api (KA) se-Soloraya tak berpalang dan tak dijaga. Menjelang Lebaran, masyarakat diminta mewaspadai setiap perlintasan KA yang rawan terjadi kecelakaan maut tersebut.

Di Kota Solo, jumlah lintasan KA tak berpalang paling banyak yakni mencapai 108 titik. Dari jumlah tersebut, sebagian besar lintasan KA tersebut adalah ilegal alias tak mendapatkan izin oleh PT KA sebagai lintasan.

Di Kabupaten Karanganyar jumlah perlintasan KA tak berpalang dan tak dijaga ada 17 titik. Selanjutnya, di Kabupaten Sukoharjo terdapat 28 titik, disusul kemudian Kabupaten Sragen sebanyak 56 perlintasan, Kabupaten Grobogan sebanyak 15, Kabupaten Klaten 55 titik, dan 15 perlintasan di Kabupaten Wonogiri.
“Kalau yang sudah mendapatkan izin, ada rambu-rambu di sekitar perlintasan tersebut. Meski demikian, tetap tak ada penjaga pintunya karena keterbatasan personel PT KA sebagai penjaga palang pintu,” ujar Pengawas Jalan Rel 6 B Solo dan Operasi 6 Yogyakarta, Broto Hariyanto ketika ditemui Espos di ruang kerjanya, Sabtu (29/8).

Broto menjelaskan, selama ini faktor keterbatasan personel penjaga perlintasan KA memang menjadi persoalan klasik. Selain keberadaan PT KA yang memang bukan untuk menyediakan tenaga penjaga perlintasan, hal itu juga karena terus membengkaknya jumlah perlintasan ilegal seiring dengan berkembangnya lahan permukiman.

Di satu sisi, PT KA terus didorong untuk membangun perlintasan fly over dan under pass demi menekan terjadinya kemacetan dan kecelakaan.

“Karena terus bertambahnya jumlah permukiman maka memicu juga jumlah perlintasan bikinan warga sendiri,” paparnya.

Dia menjelaskan, setiap perlintasan KA idealnya harus dijaga tiga personel. Jika jumlah perlintasan KA yang tak berpalang selama mencapai 296 titik, idealnya harus ada 888 orang untuk menjaga perlintasan KA.

asa

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…