Jumat, 28 Agustus 2009 21:06 WIB Solo Share :

Pemkot kesulitan cari lokasi menempatkan bangunan kuno

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) Solo hingga kini belum menemukan lokasi untuk menempatkan bangunan kuno bernilai sejarah tinggi dari Stasiun Maguwo Yogyakarta yang menurut rencana disumbangkan PT Kereta Api (KA) ke Kota Solo sebagai upaya konservasi bangunan tersebut.

Sebelumnya, Pemkot hendak menempatkan bangunan kuno bersejarah itu di kawasan rel bengkong Purwosari. Namun, setelah diukur, lahannya tidak mencukupi dan kalaupun dipaksakan akan memotong <I>city walk<I> hingga dua meter. Kini, Pemkot terpaksa memutar otak untuk mencari lokasi lain yang strategis untuk penempatan bangunan kuno yang diharapkan bisa memperkuat <I>branding<I> Kota Solo, selaras dengan pengoperasian kereta wisata pada September tahun ini.

Ditemui di Balaikota, Jumat (28/8), Walikota Solo, Joko Widodo mengaku cukup sulit menemukan lokasi tersebut. Jokowi, sapaan akrabnya, mengatakan sebenarnya lokasi di dekat rel bengkong Purwosari itu sudah sangat strategis. Selain akan fungsional, yaitu untuk pemberhentian kereta wisata, juga bisa menjadi tontonan yang menarik bagi pengunjung.

“Tapi bagaimana lagi? Setelah diukur, ternyata lahannya tidak mencukupi. Bangunan stasiun kuno itu cukup besar. Luasnya saja 8 x 10 meter. Di mana di sepanjang tepi rel Jl Slamet Riyadi yang memiliki lahan terbuka seluas itu. Belum lagi termasuk halamannya,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan mencari lokasi untuk bangunan itu. Alternatif yang ditawarkan antara lain, di sebelah selatan Stasiun Purwosari. Namun, jika lokasi itu dipilih, Pemkot akan berhadapan dengan masalah nonteknis karena lahan di kawasan itu merupakan milik pribadi warga. Selain lokasi tersebut, Pemkot masih memiliki alternatif lain, yaitu depan Gapura Sriwedari. Namun, lokasi itu masih perlu dikaji terutama terkait luasnya.

Ditanya kemungkinan bangunan itu akan disumbangkan ke kota lain jika Pemkot tidak segera menemukan lokasi yang tepat, Jokowi mengaku tidak khawatir. “Itu haknya PT KA kalau ingin menyumbangkan ke daerah lain. Toh bangunan itu juga milik mereka, dan kami hanya ditawari untuk merawatnya. Tapi sejauh ini saya belum menerima pemberitahuan jika bangunan itu akan disumbangkan ke daerah lain,” ujar dia.

shs

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….