Jumat, 28 Agustus 2009 12:48 WIB News Share :

Jibril ajukan gugatan praperadilan ke PN Jaksel

Jakarta–Gugatan praperadilan Mohammad Jibril atas penangkapan dirinya diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel). Berkas gugatan yang memprotes tidak adanya surat penangkapan itu sudah selesai dibuat.

“Kita hari ini ajukan. Ini sedang menuju PN Jakarta Selatan untuk mendaftarkan,” kata pengacara Jibril dari LBH muslim, Triana Katresnan Sari, Jumat (28/8).

Triana mengatakan, dalam berkas tersebut, pihaknya sudah menyiapkan surat permohonan gugatan praperadilan. Dalam 7 hari, surat permohonan tersebut akan diproses. Pengadilan akan menentukan hakim yang akan memeriksa.

“Setelah itu nanti kita dipanggil untuk memulai sidang pemeriksaan. Begitu juga dengan pihak yang digugat. Mereka (polisi) harus menjelaskan kenapa tidak ada surat penangkapan,” tegasnya.

Mohamad Jibril ditangkap pada 25 Agustus 2009, tidak lama setelah rilis Mabes Polri menyatakan Jibril menjadi DPO atas dugaan aliran dana teroris. Saat itu Jibril ‘diambil’ oleh 3 orang misterius saat dalam perjalanan menuju rumahnya di Perumahan Winata Harja, Pamulang, Banten.

Sejak itu, keluarga belum bertemu dengan Jibril. Pihak kepolisian menyatakan Jibril belum bisa bertemu dengan keluarga karena masih dalam proses pengembangan penyidikan.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…