Jumat, 28 Agustus 2009 12:41 WIB News Share :

Indonesia miliki lab black box

Jakarta–Dunia penerbangan Indonesia mencetak sejarah baru. Dalam 59 tahun sejarah penerbangan Indonesia,  akhirnya Indonesia mempunyai laboratorium black box.

Laboratorium ini bertempat di lantai 7 kantor Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), gedung Departemen Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Bersadarkan pantauan, ruangan tersebut seluas 5X5 meter. Di dalamnya terdapat 3 layar komputer beserta processornya dan beberapa tumpukan kardus yang juga berisi perlengkapan untuk membaca Flight Recorder (FR).

Kepala KNKT Tatang Kurniadi menuturkan, pihaknya telah menyekolahkan 11 orang untuk bisa mengoperasikan peralatan tersebut.

“Kita sekolahkan 11 orang ke Australia selama enam bulan lamanya,” ujar Tatang Kurniadi, di kantornya, Kamis (27/8).

Peralatan untuk membaca FR ini didatangkan dari Canada dengan benderol harga sekitar US$250.000.

“Ini yang paling murah, dan diajukan oleh Pak Menhub dari anggaran belanja tambahan ke DPR,” jelasnya.

Menurut Tatang, selain pembelian dari Canada, Indonesia juga mendapatkan hibah peralatan dari Jepang.

“Dalam kardus ini dari Jepang, kita tunggu ahlinya nanti akan datang untuk menginstall semua software dan peralatan lainnya,” jelasnya.

Tatang pun berharap bahwa dengan didirikannya laboratorium ini, Indonesia boleh berbangga karena tidak lagi bersusah payah mengirimkan FR ke negara lain.

“Ini akan menjadi kebanggan kita,” pungkasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…