Jumat, 28 Agustus 2009 14:43 WIB Boyolali Share :

40.000 KK miskin tak miliki jamban

Boyolali (Espos)–Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Boyolali yang belum memiliki jamban masih menyentuh angka sekitar 40.000 kepala keluarga (KK). Tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyiapkan 1.528 paket jamban untuk dibagikan kepada seluruh warga yang belum memiliki jamban, utamanya KK miskin.

Sebagian besar KK yang belum memiliki jamban adalah KK miskin yang berada di wilayah Boyolali bagian utara, seperti Kecamatan Juwangi dan Wonosegoro.

Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Yulianto Prabowo, mengutarakan KK yang belum memiliki jamban tidak hanya KK miskin. KK dari kalangan ekonomi berkecukupan yang tidak memiliki jamban juga tidak sedikit.

Ditemui di kantornya, Jumat (28/7), ia mengatakan persoalan jamban ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, namun juga kebiasaan.

“Di Kecamatan Sawit, ada KK yang mampu tapi tidak memiliki jamban. Mereka terbiasa untuk buang air besar di sungai. Kadang ada yang jika bokongnya tidak menempel air, maka tidak keluar ini karena perilaku,” ujarnya.

Rencananya paket jamban ini mulai didistribusikan pada September mendatang. Pengadaan barangya sudah ada. Nilai proyek pengadaan paket jamban senilai Rp 686,4 juta dari pagu proyek Rp 764 juta.

Tiap paket jamban terdiri dari satu unit kloset, pipa paralon, empat sak semen dan satu set pintu PVC total senilai Rp 500.000.

Yulianto menambahkan, program bantuan paket jamban tahun ini merupakan kali yang kedua setelah sebelumnya dilaksanakan tahun lalu. Jumlah bantuan paket jamban tahun lalu lebih sedikit yakni 1.480 paket. Selain dari Pemkab, lanjut dia, bantuan paket jamban juga diberikan pemerintah pusat melalui program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP).

Dinkes menargetkan pada tahun 2010 jumlah KK miskin yang tak memiliki jamban bisa berkurang setidaknya 10 persen dari jumlah yang ada.

Lebih jauh Yulianto menjelaskan program pemberian paket jamban ini salah satu tujuannya adalah upaya preventif atas penularan wabah diare yang dalam beberapa pekan terakhir mulai ada peningkatan.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…