Kamis, 27 Agustus 2009 15:40 WIB Pendidikan Share :

Seleksi masuk PTN di Malaysia ditiadakan

Semarang–Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang setiap tahun selalu diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa Malaysia kuliah di perguruan tinggi Indonesia, mulai 2009 ditiadakan.

“Sebelumnya, lulusan SLTA Malaysia memang diberi kesempatan mengikuti SNMPTN di Kuala Lumpur untuk kuliah di perguruan tinggi yang membuka jalur lewat SNMPTN,” kata Rektor Universitas Diponegoro Semarang, Prof. Susilo Wibowo, Kamis.

Menurut dia, langkah tersebut ditempuh untuk memberikan kesempatan lebih banyak kepada para putra bangsa berkuliah di perguruan tinggi Indonesia, tanpa khawatir harus bersaing dengan mahasiswa Malaysia lewat SNMPTN.

Disinggung tentang kemungkinan SNMPTN tahun-tahun mendatang kembali diadakan, ia mengatakan, kemungkinan tersebut memang ada, seperti halnya Undip yang juga menolak menerima mahasiswa Malaysia karena beberapa alasan.

“Mereka (mahasiswa Malaysia-red) biasanya hanya mengincar fakultas-fakultas favorit yang ada di perguruan tinggi Indonesia, misalnya Fakultas Kedokteran, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata mahasiswa itu tidak memenuhi kualifikasi,” katanya.

Ia mengatakan, para mahasiswa Malaysia yang dikirim belajar ke Undip tersebut merupakan “mahasiswa lapis ketiga”, dalam pengertian mereka yang menempati kualifikasi kualitas keilmuan berada di urutan ketiga.

“Kualifikasi pertama biasanya dikirimkan ke Amerika Serikat (AS), kualifikasi kedua dikirim ke Australia, sedangkan kualifikasi ketiga baru dikirimkan ke Indonesia,” katanya.

Kemudian, kata dia, pihaknya telah berkomunikasi dengan banyak kepala daerah, baik tingkat provinsi dan kabupaten/kotamadia di seluruh Indonesia, dan mereka menyatakan keinginan agar Undip memberikan kesempatan kepada para putra bangsa dari daerah-daerah.

Selain itu, alasan yang paling logis karena Malaysia selama ini telah banyak melecehkan harkat dan martabat bangsa Indonesia lewat berbagai klaim yang ditujukan terhadap berbagai kebudayaan yang berasal dari Indonesia.

Disinggung tentang langkah Undip yang akan mendapat tentangan dari Pemerintah Malaysia, ia mengatakan, pihaknya akan menerima konsekuensi atas langkah tersebut dan berkeyakinan banyak pihak yang akan mendukung langkah Undip.

Sementara itu, Pembantu Rektor (PR) IV Undip, Dr. Muhammad Nur mengatakan, pihaknya juga tidak khawatir langkahnya akan mendapat kecaman dari beberapa perguruan tinggi di Malaysia yang sudah menjalin kerja sama dengan Undip.

“Sampai saat ini, ada sekitar 12 perguruan tinggi asal Malaysia yang menjalin kerja sama baik dengan Undip, dan Undip juga menjalin kerja sama dengan beberapa negara, di antaranya Jepang, Korea Selatan, dan Belanda sehingga tidak masalah,” kata Muhammad Nur.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…