Kamis, 27 Agustus 2009 16:13 WIB News Share :

Rupiah sore merosot capai Rp 10.140 per dolar

Jakarta–Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis sore merosot mencapai Rp10.140-Rp10.155 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp10.055-Rp10.065 atau turun 85 poin, karena pelaku terus membeli dolar.

Pembelian dolar AS oleh pelaku pasar yang terjadi akhir-akhir ini, karena kepanikan pelaku asing atas memburuknya pasar regional, meski bursa dunia membaik, kata Kepala Divisi Keuangan PT Bank OCBC NISP Tbk, Suriyanto Chang di Jakarta, Kamis.

Suriyanto Chang mengatakan, pelaku asing pada sesi ini lebih aktif membeli dolar sehingga menekan mata uang lokal itu makin terpuruk. Rupiah diperkirakan pada esok hari juga masih terpuruk hingga mendekati angka Rp 10.200 per dolar, ucapnya.

Menurut dia, apabila rupiah sampai ke leve Rp10.200 per dolar maka diperkirakan Bank Indonesia (BI) akan masuk pasar melepas cadangan dolar untuk menahan tekanan pasar yang makin berat.

Meski demikian peluang rupiah untuk kembali menguat masih cukup besar, apalagi sejumlah analis mengatakan rupiah pada akhir tahun akan dapat mencapai Rp9.500 per dolar, katanya.

Ia mengatakan, koreksi terhadap rupiah memang agak berlebihan, namun faktor fundamental ekonomi makro Indonesia masih cukup baik, apalagi Indonesia di kawasan Asia merupakan negara ketiga setelah China dan India yang pertumbuhan ekonominya lebih baik.

“Kami optimis rupiah akan kembali menguat, karena itu aksi beli dolar yang berlebihan itu tidak perlu dikhawatirkan lebih jauh,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Pasar uang, Edwin Sinaga mengatakan, pasar uang sejak pagi hari negatif terhadap rupiah. Hal ini disebabkan memburuknya bursa regional. Tekanan terhadap rupiah hanya merupakan faktor teknik saja, untuk mencari untung, setelah beberapa hari lalu mata uang lokal itu menguat, katanya.

Bursa Jepang dan Hong Kong merupakan bursa yang paling cepat memberikan imbas ke bursa efek Indonesia yang mendorong pelaku pasar melepas rupiah dan membeli dolar, akibatnya membaiknya dolar di pasar regional.

Kenaikan dolar itu terutama didukung oleh orientasi pertumbuhan ekonomi Amerika oleh pemerintah cenderung lebih kuat ketimbang data indikator ekonominya, katanya.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…