Kamis, 27 Agustus 2009 17:03 WIB Wonogiri Share :

Pengusaha mete kewalahan memehuni order

Wonogiri (Espos)–Pengusaha mete di Wonogiri mulai kewalahan memenuhi pesanan dari dalam kota maupun luar kota. Sementara itu, akibat perubahan musim hasil panen mete di daerah menjadi kurang maksimal.

Menurut salah seorang pengusaha mete di Ngadirojo, Samsyiah, pesanan mete dari luar daerah mulai meningkat khususnya untuk pengiriman Jakarta. Dalam satu pekan, sambung dia, ada sekitar dua hingga tiga pesanan sementara sekali pesanan dapat mencapai dua ton.

Dia mengatakan, untuk mempersiapkan pesanan tersebut sebulan sebelumnnya dirinya telah mempersiapkan stok barang.

“Sudah mulai meningkat pesanannya, nanti menjelang lebaran pesanan biasanya semakin banyak,” jelas dia ketika dihubungi Espos, Kamis (27/8).

Dia mengatakan, untuk memenuhi pesanan tersebut dirinya tidak mengambil produk mete dari luar daerah karena hasil panen di daerah Purwantoro dinilai masih mencukupi.

Menurutnya, karena permintaan meningkat hal tersebut mempengaruhi harga jual mete. Sebulan lalu, tambah dia, harga mete berkisar Rp 55.000 hingga Rp 60.000 per kg namun menjelang Lebaran harga mete meningkat yakni Rp 58.000 hingga Rp 65.000 per Kg.

“Kami kewalahan melayani pesanan meskipun telah memperkerjakan delapan orang. Diprediksi hingga Lebaran pesanan dapat mencapai 10 ton,” ungkap dia.

Di Wonogiri terdapat 12 kecamatan penghasil mete, penghasil mete terbesar yakni di daerah Ngadirojo dengan hasil panen 1.432 ton per tahun dan daerah Jatiroto 708 ton per tahun.

das

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…