Kamis, 27 Agustus 2009 16:35 WIB News Share :

Pengacara Antasari
Rhani harus jadi tersangka

Jakarta–Pengacara Antasari Azhar balik menuding Rhani Juliani menggoda dan menjebak kliennya. Antasari tidak pernah menggoda apalagi melakukan hubungan intim dengan Rhani Jualiani di kamar 803 Hotel Gran Mahakam.

“Kalau kita runut ceritanya rekonstruksi itu sendiri, Rhani ke sana menjebak AA (Antasari). Ia datang dengan korban (Nasrudin). Katanya penyidik bawa HP yang direkam. Logikanya siapa yang menggoda?” kata pengacara Antasari Ari Yusuf Amir, Kamis (27/8).

Ari mengatakan, dalam BAP, Rhani mengatakan dirinya digoda Antasari bukan melakukan hubungan intim. Rhani merasa pembicaraan Antasari kepada dirinya dinilai semacam godaan.

“Biasalah omongan-omongan. Bukan berhubungan intim. Itu kata Rhani tapi dibantah sama AA. Itu tidak benar,” ujarnya.

Menurut Ari, seharusnya penyidik mengembangkan keganjilan-keganjilan kasus ini. Penyidik seharusnya mencari tahu siapa orang di balik korban Nasrudin dan Rhani sehingga ada niat untuk menjebak dengan rekaman di Hotel Gran Mahakam.

“Nasrudin-Rhani pasti mengetahui (yang menyuruh rekam). Rhani harus jadi tersangka. Kalau ini tujuannya untuk mencari materil,” tegasnya.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…