Kamis, 27 Agustus 2009 15:35 WIB Hukum Share :

Nova tunjuk penasihat hukum baru

Solo (Espos)–Pesepakbola Nova Zaenal yang sempat mencabut surat kuasa terhadap pengacaranya dalam persidangan kasus kericuhan sepakbola, Selasa (25/8) akhirnya menunjuk Heru Buwono SH sebagai penasihat hukumnya.

Menurut Heru, Nova mendatangi dirinya Selasa sore setelah persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Dalam pertemuan tersebut, Nova menceritakan telah mencabut kuasanya di depan persidangan.

“Nova menceritakan soal pencabutan di persidangan. Kemudian saya konfirmasi ke pengadilan dan memang benar sudah dicabut. Jadi mulai sekarang, saya kembali mendampingi Nova,” ungkap Heru kepada Espos, Rabu (26/8) malam.

Ketika kasus kericuhan sepakbola antara Persis melawan Gresik United mencuat Februari lalu, dua pemain sepakbola Nova dan Bernard Mamadou didampingi dua penasihat hukum yaitu Heru Buwono dan Windu Winarso. Dua pengacara itu bahkan sempat mengajukan gugaran praperadilan terhadap kepolisian karena dua pemain sepakbola itu sempat mendekam di dalam tahanan Poltabes Solo.

Namun, kata dia, saat berkas kasus itu hendak P21, kuasa untuk dua penasihat hukum itu dicabut.

“Dulu sejak awal yang memndampingi saya dan Pak Windu jadi Nova menilai saya sudah paham kasusnya. Nova mencabut kuasa itu karena merasa khawatir,” papar Heru.

Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mengumpulkan berkas yang ada dalam kasus tersebut untuk menghadapi persidangan pekan depan yang mengagendakan pemeriksaan saksi.

“Saya kaget karena kemarin tidak mengajukan eksepsi, tapi nanti langsung ke saksi,” ujar Heru.

Seperti diketahui, Nova Zaenal yang menjadi terdakwa kasus kericuhan sepakbola mencabut kuasanya terhadap Suparno SH dalam persidangan. Pencabutan kuasa tersebut terkesan mendadak sehingga membuat majelis hakim yang dipimpin Saparudin Hasibuan dan pengacaranya kaget. Karena pencabutan kuasa, persidangan akhirnya ditunda Selasa pekan depan untuk memberi kesempatan Nova mencari penasihat hukum.

dni

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…