Kamis, 27 Agustus 2009 13:31 WIB News Share :

Kecelakaan KA di Indonesia masih cukup tinggi

Palembang–Kasus kecelakaan kereta api (KA) di Indonesia, hingga saat ini masih cukup tinggi, karena banyak faktor penyebab antara lain terkait prasarana, sarana, manusia dan eksternal.

Kasus kecelakaan KA masih cukup tinggi pada tahun 2008 sebanyak 147 kasus, tahun 2009 hingga pertengahan Agustus tercatat 75 kasus, kata Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Ditjen Perkeretaapian, Hermanto D di Palembang, Kamis (27/8).

Pada penyerahan sertifikat kompetensi kepada perwakilan masinis, pemimpin perjalanan kereta api (PPKA) dan tenaga operasional lainnya itu, Hermanto menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut antara lain terjadi tabrakan antara KA dengan KA dan tabrakan KA dengan kendaraan umum di perlintasan.

Sedangkan salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan KA itu, antara lain sarana seperti pengereman kurang berfungsi, kerusakan pada as dan roda.

Kemudian faktor prasarana jalan/rel tidak baik, dan bantalan sudah rapuh. Sedangkan faktor manusia antara lain masinis tidak melaksanakan aturan sesuai prosedur operasional.

Sedangkan kecelakaan penyebab faktor eksternal antara lain, masyarakat tidak berdisiplin terutama melewati perlintasan KA, termasuk adanya bangunan liar, sehingga mengganggu jarak pandangan masinis, katanya mengungkapkan.

Menurut dia, mengatasi permasalahan tersebut terutama upaya memperkecil angka kecelakaan, pihak Ditjen Perkeretaapian telah membuat program jangka pendek yang salah satunya melakukan sertifikasi terhadap sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian.

Masalah pensertifikasian kompetensi terhadap SDM Perkeretaapian ini sudah dilakukan sosialisasi di wilayah Jawa dan Tanjung Karang (Lampung), sekarang di Palembang (Sumsel) menyusul di Medan (Sumut) serta Padang (Sumbar) akan diselesaikan sebelum Idul Fitri ini.

Pada acara sosialisasi di Palembang sekarang ini diserahkan sebanyak 420 sertifikasi masing-masing 174 orang untuk masinis, 103 asisten masinis serta selebihnya diberikan kepada PPKA.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…