Kamis, 27 Agustus 2009 18:13 WIB Ekonomi Share :

BI Solo jamin dana penukaran uang pecahan cukup

Solo (Espos)–Bank Indonesia (BI) Solo menjamin ketersediaan uang pecahan untuk masyarakat di wilayah Soloraya yang hendak menukarkan uang di Kantor BI Solo selama Bulan Puasa tahun 2009 ini.

Hal tersebut ditegaskan Pemimpin Kantor BI Solo, Dewi Setyowati dalam jumpa pers yang digelar di kantor BI setempat, Kamis (27/8).

“Berapa pun jumlah uang yang dibutuhkan oleh masyarakat selama menjelang Lebaran kali ini, kami siap. Namun untuk keperluan penukaran uang pecahan tersebut, kami memang membatasi satu orang maksimal senilai Rp 4 juta untuk satu kali penukaran. Dan kami juga mencatat data para penukar tersebut dari data kartu tanda penduduk (KTP) masing-masing penukar uang,” ujar Dewi tanpa merinci berapa jumlah dana yang akan disiapkan BI Solo untuk keperluan penukaran uang pecahan tersebut.

Frekuensi penukaran uang pecahan oleh BI Solo tahun ini, diakui Dewi berbeda dengan tahun sebelumnya. Bila pada tahun 2008 lalu BI Solo membuka loket penukaran uang pecahan setiap hari, tahun ini pihaknya hanya membuka loket pada hari Senin dan Kamis sebagaimana yang selama ini dilakukan pada saat bukan Bulan Puasa.

“Langkah ini memang salah satu upaya kami untuk mencegah semakin maraknya bisnis penukaran uang oleh masyarakat. Namun begitu, kami juga tidak bisa melarang masyarakat untuk menjalankan bisnis tersebut. Kami hanya menekan jumlahnya agar tidak terlalu marak,” kata Dewi.

Dewi menuturkan dalam dua kali penukaran uang pecahan di Kantor BI Solo pada Senin (24/8) dan Kamis (27/8), jumlah penukar uang pada dua hari tersebut masing-masing mencapai 1.400 orang dan 1.600 orang. Dia menambahkan loket penukaran uang di Kantor BI Solo akan dibuka setiap hari Senin dan Kamis hingga tiga hari menjelang datangnya perayaan Lebaran.

“Untuk hari ini , jumlah penukar uang pecahan mencapai 1.600 orang dengan nilai uang Rp 4 juta untuk masing-masing penukar uang. Jumlah ini meningkat dibanding pada penukaran uang hari Senin lalu yang tercatat sebanyak 1.400 orang,” kata Dewi.

Deputi Pemimpin BI Solo Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Internal, Tatung M Taufik menambahkan uang pecahan baru Rp 2.000 yang belum lama ini diluncurkan menjadi pemicu meningkatnya penukaran uang pecahan di BI Solo dibandingkan tahun sebelumnya.

“Minat masyarakat untuk memperoleh uang pecahan baru Rp 2.000 ini memang cukup tinggi. Mungkin karena masih baru sehingga cukup banyak yang ingin memilikinya,” kata Tatung.

sry

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…