Rabu, 26 Agustus 2009 16:57 WIB News Share :

Polisi akan beri kejutan di persidangan Antasari

Jakarta–Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyatakan lengkap (P21) 4 berkas kasus pembunuhan Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen. Untuk tersangka Antasari Azhar, polisi telah menyiapkan bukti untuk diajukan di persidangan nanti.

“Ada bukti yang belum diketahui Pak Antasari, dia pasti terkejut dengan bukti ini,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (26/8).

Iriawan enggan mengungkapkan bukti yang dimaksudkannya. Namun, seorang sumber di Kepolisian menuturkan, bukti tersebut berupa rekaman.

Dalam rekaman itu, Antasari terdengar marah saat diingatkan oleh staf KPK soal kegiatan menyadap Rhani Juliani dan Nasrudin itu di luar kasus korupsi.

“Biarin saja. Saya yang perintahkan. Dia (Nasrudin) atau saya yang mati,” kata sumber tersebut menirukan suara Antasari dalam rekaman itu.

Staf KPK kemudian menyadap telepon Nasrudin dan Rhani atas perintah Antasari. Antasari sendiri beralasan, penyadapan itu dilakukan karena keduanya diduga melakukan teror terhadap istrinya, Ida Laksmiwati.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…