Rabu, 26 Agustus 2009 19:08 WIB Solo Share :

KA Feeder kembali anjlok, warga sempat panik

Solo (Espos)–Kereta Api (KA) Feeder jurusan Solo-Wonogiri kembali anjlok, Selasa (25/8). Informasi yang dihimpun Espos, di lokasi, Rabu (26/8), kejadian tersebut sempat membuat warga setempat panik.

Dari pantauan di lokasi, belasan pekerja dari PT KA melakukan penguatan rel. Mereka mengganti sejumlah bantalan rel yang lapuk, memasang mur pada titik-titik yang diketahui lenyap, dan menambahkan batu kerikil pada permukaan tanah di bawah rel untuk menguatkan rel. Keterangan para petugas menyebut, pekerjaan di wilayah tempat KA Feeder anjlok tersebut direncanakan mencapai panjang 500 meter.

Warga RT 4/RW III Semanggi, Jamilah mengatakan kejadian anjloknya kereta api Selasa (25/8) kemarin, terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian tersebut dikatakannya lebih parah, lantaran petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk mengevakuasi kereta.

“Lebih parah kemarin daripada Minggu (23/8). Ada suara dan getaran, jadi beberapa warga panik dan berhamburan ke luar. Kejadian seperti ini baru kali ini terjadi, apalagi sampai terjadi dua kali hanya dalam waktu tiga hari,” ungkap Jamilah, saat ditemui di kediamannya, Rabu.

Senada disampaikan warga lain, Samsudin. Menurut Samsudin, kondisi rel mulai mengkhawatirkan dan perlu segera diperbaiki. Samsudin menyebut, pada kejadian kereta anjlok Selasa malam, kereta yang telah berjalan kembali anjlok setelah menempuh perjalanan 80 meter. Kondisi itu, menurutnya cukup menjadi bukti bahwa kondisi rel mengkhawatirkan.
“Untung jalannya lambat kalau cepat mungkin bisa mengenai rumah warga di tepi rel,” ujar dia.

Selain menyoal kondisi rel, warga juga menyinggung banyaknya mur rel yang lenyap. Menurut warga RT 4/RW IV Semanggi, Ngapiyo, sejumlah mur di sepanjang rel memang hilang. Namun, Ngapiyo mengaku tidak tahu kapan rel lenyap dan siapa oknum yang melakukan pencurian tersebut.

tsa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…