Rabu, 26 Agustus 2009 16:26 WIB Boyolali Share :

Investor Korea lirik Boyolali

Boyolali (Espos)–Sejumlah pegusahan tekstil dan produk tekstil asal Korea mulai melirik wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Boyolali, sebagai tempat untuk berinvestasi, mendirikan pabrik. Hanya saja, para pengusaha Korea tersebut menuntut dukungan infrastruktur yang lebih dari yang ada saat ini.

Hal ini terungkap saat Direktur Utama PT Kyung Seung Trading Indonesia, Bae Eung Sik beserta jajaran stafnya bertemu dengan Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, yang juga didampingi para bawahannya, Selasa (25/8).

Dalam kesempatan itu Bae mengatakan hampir seluruh pengusahan tekstil dan produk tekstil (TPT) asal Korea yang berada di beberapa Negara seperti Taiwan, dan Hongkong berencana melakukan relokasi karena sejumlah alasan. Salah satu tujuan utama relokasi adalah Jateng, khususnya Kabupaten Boyolali.

“Kami lebih cocok mendirikan pabrik di Indonesia, khususnya di Jateng. Semua garmen Korea mau pindah ke Jateng,” ungkap Bae yang juga merupakan ketua semacam perhimpunan pengusaha tekstil dan produk tekstil Korea.

Ia memaparkan rencananya pihaknya bersama sejumlah pengusaha Korea lainnya mendirikan pabrik mulai dari pabrik tenun hingga garmen dalam satu lokasi. Jika satu pabrik saja memerlukan luas 30 hektare maka untuk membangun satu kawasan industri yang terdapat 10 pabrik setidaknya dibutuhkan lahan seluas 300 hektare. Satu pabrik diprediksi mempekerjakan 12.000 tenaga kerja.

Sejauh ini, Bae sudah melakukan peninjauan lokasi di Desa Ngadirojo dan Sidomulyo yang berada di Kecamatan Ampel.

Rencana investasi ini baru akan direalisasi jika pemerintah mengabulkan permintaan dukungan infrastruktur, salah satunya adalah dibuatkan interchange tol Semarang-Solo di kawasan industri. Yang tidak kalah penting, menurut Bae, adalah adanya jalur penerbangan langsung dari Hongkong/Taiwan-Semarang.

“Buyer kami takut kalau harus menggunakan penerbangan Jakarta-Semarang, mereka menganggap armada penerbangan jarak pendek tidak aman,” tukas Bae.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…