Rabu, 26 Agustus 2009 21:03 WIB Solo Share :

Diusulkan, pengadaan laptop baru bagi Dewan

Solo (Espos)–Wakil Ketua DPRD Sementara Kota Solo Supriyanto mengusulkan adanya penghapusan aset daerah berupa laptop yang menjadi fasilitas anggota Dewan periode 2004-2009, lantaran barang tersebut sudah banyak yang rusak. Atas dasar itu Pimpinan Dewan Sementara mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengalokasikan anggaran pengadaan laptop baru pada APBD 2010 mendatang.

“Status kepemilikan laptop yang menjadi fasilitas anggota Dewan itu sifatnya hanya pinjam pakai, sehingga semua anggota Dewan periode lalu wajib mengembalikan inventaris daerah itu ke Sekretariat Dewan (Setwan). Tentunya kondisi laptop yang sudah terpakai selama bertahun-tahun itu tidak semuanya dalam keadaan baik, sehingga perlu ada penyerahan barang tersebut ke Aset Daerah untuk selanjutkan dilakukan lelang penghapusan barang daerah,” tegas Supriyanto saat ditemui wartawan, Rabu (26/8), di ruang kerjanya.

Pengadaan laptop baru itu, terangnya, untuk mengoptimalkan kinerja DPRD Solo periode 2009-2014, terutama kemudahan dalam mengakses informasi tentang regulasi baru. Secara administrasi dan teknis pengadaan laptop baru itu, terangnya, diserahkan kepada Pemkot Solo, sehingga 40 anggota Dewan yang ada hanya tinggal pinjam pakai. Supriyanto yang juga Sekretaris DPC Partai Demokrat itu menegaskan, spesifikasi laptop baru nanti harus di atas spesifikasi laptop yang bakal dilelangkan itu.

Supriyanto tidak mau menyebut nominal dana yang dibutuhkan untuk pengadaan laptop baru bagi 40 anggota Dewan. Dari informasi yang dihimpun <I>Espos<I> dari Setwan, nilai lelang pengadaan laptop sebelumnya mencapai Rp 500 juta. “Biarlah Pemkot yang menghitung sendiri tentang pengadaan laptop baru itu,” ujarnya.

Supriyanto juga menyebut adanya pengadaan barang baru untuk mobil dinas Ketua DPRD dan adanya sekretariat fraksi yang bersumber dari dana APBD kota. Mobil dinas Ketua DPRD berupa Toyota Camry dengan spesifikasi kurang lebih 2.200 cc itu, kata dia, sudah usang, karena sudah enam tahun digunakan, sehingga butuh adanya peremajaan mobil dinas.

Anggota Dewan asal Partai Hanura Solo Abdullah AA dan anggota Dewan asal Partai Gerindara Solo Tutik Marikaryanti tidak sependapat dengan wacana pengadaan laptop baru itu. Mereka menekankan, laptop yang masih baik bisa dimanfaatkan, sehingga tidak perlu ada pengadaan laptop baru lagi. “Laptop yang masih bisa digunakan lagi. Fokusnya lebih pada persoalan alat kelengkapan Dewan yang belum terbentuk,” ujar Abdullah AA saat ditemui <I>Espos<I> secara terpisah.

Sementara itu, Kabag Umum Setwan Solo Edhi Warsito Iko P mengaku belum ada rencana untuk melakukan penghapusan aset daerah berupa laptop itu, karena kondisi barang daerah ini akan dilaporkan ke Walikota. Soal pengadaan laptop baru, menurut dia, tergantung pada keinginan dari 40 anggota Dewan baru itu dan dianggarkan atau tidak di APBD 2010.

trh

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…