Rabu, 26 Agustus 2009 10:56 WIB Ah Tenane Share :

Dikerjain toilet

260809ahtenanePeristiwa ini terjadi ketika Jon Koplo bersama rombongan pegawai honorer dari Klaten bertolak menuju Jakarta untuk melakukan aksi damai menuntut agar diangkat jadi PNS tahun 2009.
Perjalanan panjang dari Klaten sampai Jakarta membuat rombongan kecapaian dan harus menahan buang air.
Sampai di Jakarta pukul 04.00 WIB. Sambil menunggu rombongan dari daerah lain, rombongan ini transit di Masjid Istiqlal. Begitu rombongan turun dari bus, yang dijujug adalah toilet. ”Ayo, Mbus, langsung ke toilet, selak kebak,” ajak Jon Koplo kepada Tom Gembus, teman satu rombongan.
”Oke thok no. Aku ya selak ra betah ngampet,” jawab Gembus.
Namun sial, ternyata mereka kalah dhisik dengan peserta lain sehingga Tom Gembus harus rela mengantre. Namun tidak demikian halnya dengan Jon Koplo. Selak ora sabar, ia pun segera menuju ke deretan kamar mandi di pojok yang sepi antrean, kemudian langsung njujug ke salah satu pintu tanpa antrean dan berdiri di depannya sambil menunggu orang yang di dalam keluar.
Namun setelah sekian lama menunggu, Koplo mulai curiga karena di dalam kamar mandi itu tidak ada tanda-tanda kehidupan. Suara gemericik air pun tidak.
”Sudah belum?” tanya Tom Gembus yang datang menghampiri karena sudah selesai buang hajat.
”Belum nih, masih antre,” jawab Koplo sambil mrengut.
Tiba-tiba seorang petugas cleaning service datang dan menegur Koplo, ”Maaf Pak, mau masukin sapu dulu ya?”
”Oh, ya,” sahut Koplo sambil melihat petugas itu membuka pintu kamar mandi dengan kunci, lalu memasukkan sapu, setelah itu menguncinya kembali.
”Lho! I… ini… gudang untuk menyimpan sapu ya, Bang?” tanya Koplo linglung.
”Iya Pak. Memangnya kenapa?” petugas itu balik tanya.
”Ooo… tak kira toilet. Pantas, dari tadi saya tunggui kok nggak ada yang keluar-keluar.”
Tom Gembus dan orang-orang di sekitar situ yang mendengar pembicaraan tadi langsung ngguyu kepingkel-pingkel.  Kiriman Andy Rochmadi SPd, Tuban Wetan RT 02/RW VIII Manjung, Ngawen, Klaten.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…