Rabu, 26 Agustus 2009 12:49 WIB Ekonomi Share :

Awal Ramadhan, konsumsi elpiji turun 10 persen

Jakarta–PT Pertamina (Persero) mengaku telah terjadi penurunan konsumsi elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg sebesar 10 persen dari kondisi normal pada  awal bulan Ramadhan ini.

“Memang telah terjadi penurunan konsumsi elpiji pada awal Ramadhan sebesar 10 persen untuk elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg,” ujar Vice Presiden Communication PT Pertamina (Persero), Basuki Trikora Putra saat dihubungi wartawan, Rabu (26/8).

Menurut Basuki, kondisi ini memang agak anomali, mengingat biasanya pada awal Ramadhan konsumsi elpiji ukuran 3 kg dan 12 Kg meningkat dari kondisi normal.

“Ini agak anomali, karena saat Ramadhan justru terjadi penurunan konsumsi. Padahal  biasanya lonjakan konsumsi terjadi sebelum hari puasa pertama,” ungkapnya.

Sebelumnya, Deputi Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Hanung Budya menyatakan untuk mengamankan stok elpiji selama bulan Ramadhan Pertamina berencana untuk menambah impor elpiji  satu kargo elpiji sebesar 40 ribu Metrik Ton (MT) dari Petredec pada bulan September. Pertamina juga akan mengambil satu kargo elpiji lagi dari kilang Bontang.

“Biasanya menjelang Ramadhan dan Lebaran akan ada peningkatan kebutuhan elpiji terutama di Jawa timur dan Jawa Tengah yang merupakan daerah tujuan mudik,” kata Hanung, di Jakarta, Rabu (19/8).

Sementara, untuk konsumsi normal elpiji 9.000 MT per hari dengan kapasitas yang dimiliki Pertamina saat ini 300 ribu MT, masing-masing di floating storage offshore (FSO) di Teluk Semangka 180 ribu MT dan di tanki timbun 120 ribu MT.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….