Selasa, 25 Agustus 2009 19:19 WIB News Share :

Undip tolak mahasiswa Malaysia

Semarang–Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dalam penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2009-2010 ini tidak lagi menerima mahasiswa yang berasal dari Malaysia.

“Kami melakukan itu sebagai wujud nyata dalam mengekspresikan rasa nasionalisme,” kata Rektor Undip Prof. Susilo Wibowo usai upacara penerimaan mahasiswa baru di kampus Undip Tembalang, Semarang, Selasa (25/8).

Menurut dia, selama ini Malaysia sering tidak menghargai harkat dan martabat bangsa Indonesia lewat berbagai cara, termasuk klaim Malaysia atas berbagai kebudayaan yang berasal dari Indonesia.

Disinggung tentang kerja sama yang sering dilakukan Undip dengan perguruan tinggi di Negeri Jiran tersebut, ia mengatakan, untuk kerja sama memang masih ada yang dilakukan.

Namun, kata dia, kerja sama tersebut dilakukan untuk menyerap ilmu dan teknologi yang dimiliki untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di Indonesia, berbeda dengan penerimaan mahasiswa.

Karena itu, untuk penerimaan mahasiswa yang berasal dari Malaysia, pihaknya memutuskan untuk tidak melakukannya lagi, setidaknya dapat dilihat dalam penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini.

Sementara itu, Kepala Humas Undip, Agus Naryoso juga membenarkan hal tersebut.

“Dulu, mahasiswa Malaysia banyak yang belajar di FK Undip, namun untuk saat ini sudah tidak ada lagi mahasiswa baru dari Malaysia,” katanya.

“Kalau mahasiswa Malaysia yang sudah masuk sebelum tahun ini memang masih ada, dan mereka tetap diberi kesempatan untuk menyelesaikannya, namun mahasiswa baru tidak ada lagi,” kata Agus.

Ia mengatakan, Undip pada tahun ajaran ini menerima sebanyak 9.151 mahasiswa baru, terdiri dari program doktor sebanyak 175 orang, magister sebanyak 1.298 orang, spesialis sebanyak 1.154 orang, dan profesi 222 orang.

“Jumlah terbesar mahasiswa baru adalah di program sarjana sebanyak 6.087 orang, dan diploma berjumlah 1.215 orang,” katanya.

Menurut dia, untuk penerimaan mahasiswa tahun ini, Undip telah menyiapkan beberapa sarana dan prasarana yang menunjang, di antaranya rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Rusunawa tersebut terdiri dari empat unit dan setiap unit mampu menampung sekitar 252 orang, sehingga total mahasiswa yang akan tertampung berjumlah 1.008 orang,” katanya.

Selain itu, kata dia, para mahasiswa baru tersebut akan memeroleh jaminan kesehatan yang lebih baik dengan dibangunnya rumah sakit pendidikan, serta bendungan di kampus Tembalang yang juga dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi.

“Tahun ini, Undip juga direncanakan menjadi kampus terpadu dengan berpindahnya Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Ilmu Budaya yang semula di Pleburan ke Tembalang,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…