Selasa, 25 Agustus 2009 14:21 WIB News Share :

Polri
Ali Muhammad diduga terlibat pendanaan bom

Jakarta–Setelah 2 pekan diperiksa, akhirnya Mabes Polri menetapkan Ali Muhammad menjadi tersangka bom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Ali diduga terlibat pendanaan bom tersebut.

“Yang jelas Ali masih pendalaman sebagai tersangka yang sedang ditangani tim. 7 hari nggak dilepas berarti ada keterlibatan,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (25/8).

Mabes Polri masih menyelidiki darimana pendanaan bom yang disalurkan Ali. Demikian pula tentang kewarganegaraan Ali yang selama ini disebut-sebut Arab Saudi, polisi masih melakukan pengecekan.

“Ada keterlibatan dengan pendanaan. Itu (warga negara) sedang dikroscek,” ujarnya.

Nanan mengatakan, modus operandi pendanaan teroris masih terus ditelusuri. Polri masih belum menerima laporan penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait rekening yang mencurigakan.

“Modusnya berganti-ganti. Sudah ditelusuri. Kalau PPATK bilang ada aliran dana, seharusnya sudah diserahkan ke kepolisian,” jelasnya.

Terkait adanya perampokan toko emas beberapa waktu lalu yang diduga sebagai modal dana teroris, Nanan tidak bisa memastikan. “Saya belum tahu yang sudah-sudah (dana) darimana. Menduga boleh saja. Tapi belum ada kaitan teroris,” pungkas Nanan.

dtc/fid

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…