Selasa, 25 Agustus 2009 16:31 WIB Internasional Share :

Discovery Channel sudah minta maaf ke Menbudpar

Kuala Lumpur–Discovery Channel Inc telah mengirim surat kepada Ditrjen Nilai Budaya Seni dan Film (NBSF) untuk klarifikasi penayangan iklan film Enigmatic Malaysia yang menyelipkan tarian Pendet Bali.

Dalam emailnya kepada Dirjen NBSF Tjejep Suparman itu, Direktur Regional Asia Advertising Sales Discovery Channel Inc, Angie Santa Maria, menegaskan bahwa iklan promosi film dokumenter Enigmatic Malaysia itu bukan dibuat oleh kementerian pariwisata Malaysia.

Angie mengakui bahwa itu adalah kesalahan dari staf promosi Discovery Channel. Email itu dikirim kepada Ditjen NBSF, Senin, 24 Agustus 2009. Ia berjanji akan minta maaf secara langsung kepada menteri pariwisata dan kebudayaan Indonesia Jero Wacik.

Hal itu senada dengan apa yang diungkapkan oleh Presdir KRU Sdn Bhd bahwa iklan promosi tayangan Enigmatic Malaysia ternyata dibuat sendiri oleh Discovery Channel yang bermarkas di Singapura, dan bukan dibuat oleh KRU Sdn Bhd, kementerian pelancongan atau kementerian kebudayaan Malaysia.

“Iklan promosi serial dokumenter Enigmatic Malaysia bukan dibuat oleh kami tapi dibuat sendiri oleh Discovery Channel,” kata Presiden dan CEO Group KRU Sdn Bhd Norman Abdul Halim di KBRI Kuala Lumpur, Selasa.

Ia menjelaskan hal itu kepada pers Indonesia di Kuala Lumpur didampingi oleh utusan Menbudpar Ketut Wiryadinata.

Norman juga menegaskan bahwa pembuatan film serial Enigmatic Malaysia itu bukan dana dari pemerintah Malaysia, tapi murni bisnis antara KRU Sdn Bhd dengan Discovery Channel.

“Kami baru tahu bahwa ada protes dan kemarahan rakyat Indonesia atas promosi itu kemarin ketika wartawan-wartawan Indonesia menghubungi saya. Kami telah menghubungi Discovery Channel kemudian mereka telah menarik promosi itu dan menggantinya dengan yang baru,” kata Norman.

KRU membuat enam film dokumenter Enigmatic Malaysia yang disiarkan oleh 23 negara di seluruh dunia. Tema-tema fil dokumenter ialah “The Melakan Portuguese – Preserving Their Heritage, “Bajau Laut – Nomad of The Sea”, “Keris – The Myth & The Magic” dan Kellie’s Castle – Myth & Mystery”, dan “Batik” dan “Wau”.

“Dalam mengungkap Batik di Malaysia, dalam film dokumenter kami jelas mengungkapkan bahwa batik Malaysia itu asalnya dari batik Jawa,” kata Norman, yang mengaku orang tuanya adalah keturunan Sumatera Utara.

Utusan Menbudpar Ketut Wiryadinata mengakui setelah menonton film dokumenter tentang Batik mengatakan, “Dalam film dokumenter yang dibuat oleh KRU mengungkapkan fakta yang sebenarnya yakni batik Malaysia berasal dari Jawa,” katanya.

“Akhirnya pertemuan saat ini dapat menemukan titik kesalahpahaman mengenai isu Malaysia telah mengklaim tari pendet Bali. Itu tidak sama sekali benar karena promosi itu dibuat oleh Discovery Channel berbasis di Singapura untuk promosikan film dokumenter Enigmatic Malaysia. Kami akan laporkan ke menteri,” kata Ketut.

Alasan Discovery Channel buat promosi sendiri karena film dokumenter KRU itu banyak permintaan dari berbagai negara Eropa.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…