Senin, 24 Agustus 2009 20:37 WIB Solo Share :

Waspadai daging glonggongan, lima Pasar tradisional dipantau ketat

Solo (Espos)–Sebanyak lima pasar tradisional di Solo terus dipantau ketat oleh tim gabungan operasi yustisi menyusul rentannya terjadi jual beli daging sapi <I>glonggongan<I> menjelang Lebaran. Kelima pasar tradisional itu ialah Pasar Legi, Nusukan, Jongke, Harjodaksimo, dan Gading.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Solo, Weni Ekayanti menjelaskan, kelima pasar tradisional itu ialah pasar yang selama ini menjadi distributor masuknya daging-daging sapi dari luar Solo. Dari distributor itulah, lanjutnya, maka daging sapi akan disebar ke 30-an pasar tradisional di Solo.

“Makanya, yang menjadi target utama pantauan kami ialah kelima pasar tersebut. Dalam operasi yustisi nanti, kami akan bekerjasama dengan Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja-<I>red<I>) Poltabes, serta Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo,” paparnya ketika ditemui <I>Espos<I> seusai menggelar rapat persiapan operasi yustisi di ruang kerjanya, Senin (24/8). Lebih jauh Weni menjelaskan, setiap harinya Kota Solo mendapatkan pasokan daging sapi dari luar Solo, seperti Boyolali, Sragen, dan Sukoharjo sebanyak 800-an kilogram.

Sementara, pasokan daging sapi yang ditangani oleh Rumah Potong Hewan (RPH) Solo mencapai 3,3 ton setiap harinya. “Jadi daging yang kami pantau ialah yang sebanyak 800 kilogram per hari itu. Karena daging yang sebanyak 3,3 ton sudah diperiksa setiap hari oleh RPH Dispertan,” paparnya.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) RPH Dispertan Solo, Tri Ananto menambahkan, jumlah pengusaha sapi di Solo yang bersertifikat selama ini mencapai 11 orang. Pengusaha sapi itulah yang setiap harinya memasok daging sapi ke RPH sebanyak 3,3 ton per hari. “Nah, yang 800 kilogram per hari itulah yang tak bisa dideteksi secara langsung karena dipasok dari luar Solo.

Namun, keberadaan mereka diketahui dari distributornya yang berada di lima pasar tradisional itu. Lima pasar itulah yang kami nilai rawan terjadi penyelundupan daging <I>glonggongan<I>,” paparnya.

asa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…