Senin, 24 Agustus 2009 12:54 WIB News Share :

Warga lereng Gunung Slamet alami krisis air bersih

Purbalingga–Ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Slamet seperti di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih.

“Kami berharap adanya bantuan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum Purbalingga,” kata seorang warga Desa Kutabawa, Sugeng Riyadi di Purbalingga, Senin (24/8).

Akan tetapi, kata dia, hingga kini bantuan tersebut belum dirasakan warga sehingga mereka pun harus mengambil air menggunakan jeriken ke sumber Sikopiah yang berjarak sekitar empat kilometer dari desa itu.

Bahkan untuk membawa jeriken berisi air tersebut, lanjutnya, warga harusĀ  mengeluarkan ongkos angkutan sebesar Rp 2.000 per jeriken.

“Kami terpaksa mencari air hingga jauh lantaran bak penampung air hujan sudah tak ada isinya lagi karena digunakan untuk keperluan memasak, mencuci, dan mandi,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Purbalingga Titin Kusriati mengatakan, hingga saat ini penyaluran bantuan air bersih ke Desa Kutabawa belum dilakukan lantaran belum ada pengajuan dari pemerintah desa maupun kecamatan setempat.

Kendati demikian, kata dia, PDAM pernah menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Kutabawa saat kemarau tahun lalu.

“Kami berusaha memenuhi permintaan bantuan air bersih meski kami hanya bisa melakukan penyaluran sekali dalam seminggu untuk satu desa,” katanya.

Disinggung mengenai jumlah warga yang mengalami krisis air di Kabupaten Purbalingga, dia mengatakan, berdasarkan data PDAM terdapat sekitar 55.000 kepala keluarga di 56 desa.

Menurut dia, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih diperkirakan akan bertambah lantaran kemungkinan terjadi kemarau panjang.

Terkait hal itu, Titin mengatakan, pemerintah desa yang membutuhkan bantuan air bersih dipersilakan mengirimkan surat permohonan kepada PDAM,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….