Senin, 24 Agustus 2009 19:05 WIB Sragen Share :

Tujuh waduk di Sragen mulai mengering

Sragen (Espos)–Sebanyak tujuh waduk di Sragen dipastikan mulai mengering sejak awal Agustus lalu. Hal tersebut mengindikasikan ancaman krisis air mulai melanda daerah Sragen seiring berlangsungnya musim kemarau belum lama ini.

Menurut Kabid Pengairan, Pertambangan, dan Energi, Sukatno mewakili Kepala DPU Sragen, Baidi dari tujuh waduk yang ada, enam di antaranya sudah mulai mengering. Masing-masing waduk yang mengering tersebut, yakni Waduk Botok (Kedawung), Waduk Gebyar (Sambirejo), Waduk Kembangan (Kedawung), Waduk Brambang (Kedawung), dan Waduk Blimbing (Sambirejo). Sedangkan, waduk yang masih ada airnya adalah Waduk Ketro (Tanon). Sekalipun masih terdapat air, namun debit air dianggap sudah mulai berkurang sebanyak 30 %.

“Hampir semua waduk di Sragen memang mulai mengering. Saya pikir itu hal yang wajar, karena waduk di Sragen tidak ada sumber air tetap. Sehingga, kalau musim kemarau datang, seluruh waduk bisa saja mengering dalam waktu tidak terlalu lama,” terang dia saat ditemui wartawan di kantor DPU Sragen, Senin (24/8).

Lebih lanjut dia mengatakan, keringnya sejumlah waduk di Bumi Sukowati kiranya tidak terlalu berpengaruh terhadap bidang pertanian. Pasalnya, pasokan irigasi pertanian masih dapat mengandalkan beberapa embung dan sumur pantek. Sejauh ini terdapat 38 embung dan ribuan sumur pantek yang tersebar di Sragen dan dapat diandalkan sebagai sumber irigasi pertanian. Selain itu masih terdapat 146 sumur pompa.

Menurut Sukatno, munculnya fenomena alam seperti ini mestinya mendapatkan perhatian serius dari para petani. Sudah sejak lama, pihaknya bersama-sama Dinas Pertanian melakukan sosialisasi untuk menerapkan pola pertanian berupa padi-padi-palawija setiap tahunnya.

pso

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….