Senin, 24 Agustus 2009 11:12 WIB News Share :

PT KAI
Jumlah pemudik diperkirakan meningkat 9 persen

Jakarta–PT Kereta Api Indonesia(KAI) memperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan kereta api dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, pada masa lebaran tahun ini akan mencapai sekitar 840 ribu orang atau meningkat sembilan persen dibanding tahun lalu.

Kepala Humas Daerah Operasi I PT KAI Sugeng Priono di Jakarta, Senin (24/8) mengatakan, peningkatan didominasi oleh penumpang kelas ekonomi yaitu dari 408.000 orang pada tahun 2008 menjadi 450.000  orang pada tahun 2009.

Sementara itu, peningkatan penumpang pada kelas eksekutif dan bisnis diperkirakan hanya berkisar satu persen.

Menurut Sugeng, ada beberapa hal yang menyebabkan peningkatan penumpang. Pertama adalah peningkatan kepadatan penduduk Jakarta itu sendiri

Faktor lainnya adalah kondisi jalan raya yang dinilai tidak cukup bersahabat bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Selain itu, harga tiket kereta kelas ekonomi tidak dinaikkan sejak tahun lalu, kecuali tiket kereta kelas eksekutif dan bisnis.

“Untuk kelas eksekutif, rata-rata kenaikan berkisar 10 persen dan kelas bisnis delapan persen,” ujarnya.

Kota Yogyakarta dan Solo diperkirakan tetap menjadi tujuan utama para pemudik yang menggunakan kereta asal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Maka itu kami mengajukan usul ke direksi PT.KAI untuk menambah kereta untuk dua tujuan tersebut,” ujarnya.

Mengenai jumlah kereta yang akan ditambahkan, Sugeng belum dapat memastikannya ada atau tidaknya  namun pihaknya mengajukan tiga kereta tambahan yang akan beroperasi pada tanggal 17 hingga 19 September 2009.

Selain itu, tambahnya, daerah lain yang juga menjadi tujuan utama adalah Purwokerto, Semarang, Surabaya, dan Malang. Khusus untuk rute ini, masing-masing diusulkan satu kereta api tambahan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…