Senin, 24 Agustus 2009 17:22 WIB News Share :

Hindari masalah, tim data ulang tanah dan bangunan

Semarang (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang akan memeriksa ulang luas tanah dan bangunan warga yang terkena proyek tol Semarang-Solo tahap dua antara Kecamatan Ungaran Timur dan Bawen, guna mengantisipasi kekeliruan data.

Hal itu seperti diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Semarang, Warnadi, kepada wartawan di Ungaran, Senin (24/8).

Dia menegaskan langkah itu penting guna menghindari adanya kesalahan data, baik menyangkut luas tanah maupun bangunan, hasil pengukuran serta penghitungan tim pelaksana proyek tol Semarang-Solo yang dilakukan tahun sebelumnya pada 2008.

“Itu adalah kewajiban agar data yang hendak dijadikan acuan musyawarah pembahasan nilai ganti rugi benar-benar akurat dan valid. Jadi pengecekan ulang itu perlu dan penting, apalagi mengingat data-data pengukuran luas tanah dan bangunan serta tanaman dan pepohonan yang ada sekarang merupakan hasil perhitungan tahun 2008 lalu,” ungkapnya dalam kesempatan itu, Senin.

Warnadi memaparkan, realisasi tol Semarang-Solo tahap atau sesi II dengan panjang lintasan sekitar 12 kilometer (km) setidaknya melintasi empat wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang, masing-masing Ungaran Timur, Bergas, Pringapus, dan Bawen.
Mengenai pemeriksaan ulang data-data dimaksud, dia memperkirakan akan dilaksanakan mulai awal bulan September mendatang.

try

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…