Senin, 24 Agustus 2009 16:51 WIB Issue Share :

HAMKRI inventarisasi lagu-lagu keroncong

Solo (Espos)–Munculnya sejumlah kasus mengenai klaim negara lain terhadap kekayaan seni dan kebudayaan yang dimiliki Bangsa Indonesia otomatis mengundang kekecewaan dan keprihatinan. Oleh karena itu, untuk menghindari kejadian serupa,  Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) Cabang Solo tengah menginventarisasikan lagu-lagu keroncong ciptaan musisi Kota Bengawan.

“Lagu-lagu keroncong di Indonesia, sebagian besar berasal dari Jawa Tengah terutama dari Solo. Karena belum pernah dilakukan inventarisasi dan pendataan maka jumlah pastinya juga belum bisa diketahui,” papar Ketua HAMKRI Cabang Solo, Waldjinah Hadiyanto saat ditemui <I>Espos<I>, Minggu (23/8) malam, di kediamannya.

Sejauh ini, Waldjinah memperkirakan ada puluhan karya yang belum diperjelas hak ciptanya. Kecuali, bagi karya milik musisi yang sudah diikat dan bekerjasama dengan pihak major label di mana karya mereka direkam dan dikomersilkan. Untuk menditeksi lagu-lagu keroncong yang berkembang di wilayah ini, HAMKRI Cabang Solo pun siap melakukan pendataan untuk mendapatkan kejelasan karya cipta.

“Permasalahan ini juga menjadi pembicaraan serius pada <I>Rakernas I HAMKRI 2009<I>, di Solo, Jumat-Minggu (14-16/8) lalu. Selain untuk mengangkat derajat para pencipta lagu kami juga menaruh perhatian bagi para penyanyi yang memopulerkan lagu-lagu tersebut,” ujar dia.

Lagu-lagu keroncong yang berkembang di Kota Bengawan, menurut penyanyi <I>Walang Kekek<I> tersebut, pantas diperhatikan secara khusus. Mengingat, sederet pencipta lagu keroncong top bercokol di kota ini, seperti Gesang Martohartono, almarhum Anjar Any, almarhum Ismanto, almarhum Samsidi, dan M Kahar. Pemkot Solo sejauh ini, dinilainya telah memiliki komitmen kuat terhadap keberadaan musik keroncong agar tetap eksis.

“Potensi perkembangan musik keroncong di Kota Solo masih sangat besar. Apalagi kantong-kantong kesenian yang ikut memopulerkan lagu keroncong juga bermunculan. Maka seluruh pihak harus mulai mendukung kebangkitan musik keroncong selaras dengan slogan <I>Solo Kota Keroncong<I>,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris HAMKRI Cabang Solo, Adi Wardoyo menjelaskan, pengumpulan data seluruh lagu keroncong di Kota Solo diharapan segera terselesaikan. Untuk itu, pihaknya akan langsung menyerahkannya ke DPD HAMKRI tingkat Jawa Tengah.

“Setidaknya, kalau sudah terkumpul ada data tertulis. Dengan diselenggarakannya Munas dan Rakernas HAMKRI, persatuan seluruh musisi musik keroncong di Indonesia juga semakin kuat,” tandas dia.

hkt

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….