Senin, 24 Agustus 2009 11:26 WIB News Share :

Deplu
Jangan terprovokasi iklan tari pendet Malaysia

Jakarta–Pemerintah Indonesia melalui juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi dengan iklan tari Pendet asal Bali yang terdapat pada iklan kunjungan ke Malaysia.

“Kita harus lihat dulu seperti apa. Jangan mudah terprovokasi,” ujarnya di Gedung Deplu, Jakarta, Jumat (21/8).

Faizasyah menuturkan hal tersebut menanggapi kabar yang mengatakan bahwa Malaysia mengklaim tari Pendet sebagai tari tradisional mereka. Tari Pendet ditayangkan sebagai latar iklan kunjungan ke Negeri Jiran tersebut.

Faizasyah menuturkan, pihaknya belum mengetahui secara detail mengenai permasalahan tersebut. Meski demikian, pihaknya akan menindaklanjuti hal itu dengan menghubungi perwakilan di Malaysia. “Saat ini saya belum tahu pastinya, tapi kalau itu sudah menjadi isu publik harus kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Faizasyah berharap permasalah tersebut jangan dibuat rumit, pasalnya kebudayaan Indonesia lainnya juga pernah dijadikan iklan satu maskapai penerbangan asing. Hal itu justru menyebabkan banyak wisatawan asing datang ke Indonesia.

“Dulu juga pernah candi Borobudur dijadikan latar iklan suatu maskapai. Wisatawan asing jadi banyak yang datang karena ingin melihat Borobudur secara langsung,” tukasnya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…