Senin, 24 Agustus 2009 18:54 WIB Klaten Share :

269 Km jalan di Klaten rusak

Klaten (Espos)–Sepanjang kurang lebih 269 kilometer (Km) jalan di Klaten diketahui berada dalam kondisi rusak. Namun, kerusakan jalan yang ada di Klaten itu masuk dalam golongan ringan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten, Tajudin Akbar saat ditemui wartawan, Senin (24/8), di ruang kerjanya mengatakan, total jalan yang berada dalam pantauan Pemkab setempat mencapai kurang lebih 770 kilometer (km). Dari jumlah tersebut sekitar 35% atau sekitar 269 km diantaranya rusak.

“Tetapi kategorinya rusak ringan. Yakni berlubang, tidak sampai pada putus jalannya,” jelas dia.
Dia mengungkapkan, kendati rusak, jalan-jalan tersebut masih dapat dilalui. Terlebih jalan-jalan yang biasa dilalui sebagai arus mudik dan balik saat Lebaran. Jalan yang dalam kondisi rusak tersebut diantaranya ruas jalan Basin-Mipitan, Klaten dan jalur Troketon, Pedan.

Pada tahun ini, sejumlah ruas jalan yang diprediksi bakal dilintasi pemudik dianggap Pemkab dalam kondisi siap. Kendati demikian, dia mengatakan tak ada alokasi khusus untuk perbaikan jalan menjelang Lebaran. Alokasi perbaikan maupun peningkatan kualitas jalan masuk dalam anggaran rutin senilai Rp 40 miliar pada tahun ini.

Alokasi tersebut turun dari tahun 2007 silam yang mencapai kurang lebih Rp 80 miliar.

“Kerusakan jalan 35% itu masih dalam batas normal.
Masih bisa dilintasi, hanya tidak nyaman,” ujarnya.

Soal jalan, jelas dia, juga telah menjadi pembahasan di tingkat Pemprov Jateng, maupun Pemkab Klaten. DPU, jelasnya, mengaku siap jalan dalam kondisi baik. Termasuk, jalur-jalur alternatif yang kerap dilewati pemudik tiap tahunnya.

haa

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….