Minggu, 23 Agustus 2009 14:06 WIB News Share :

Polisi diminta selektif awasi juru dakwah

Jakarta–Rencana polisi mengawasi semua pendakwah di bulan Ramadan terus menuai kecaman. Wakil ketua FPPP DPR Lukman Hakiem menilai polisi akan mengulang cara orde Baru dalam mengatasi masalah.

“Polri memainkan bola panas melawan Islam. Melalui Kadiv Humas, Polri resmi mengumumkan akan mengawasi kegiatan dakwah Islam selama¬† Ramadan. Ini 100 persen pengulangan cara Orde Baru,” kata Lukman kepada detikcom, Minggu (23/8).

Menurut Lukman, polisi telah salah memaknai terorisme dan mencari solusi atas masalah itu. Karena, bukan kerjasama dari masyarakat yang akan diperoleh untuk memerangi terorisme jika polisi memusuhi Islam.

“Polisi jelas-jelas telah mendefinisikan dan menganggap Islam sebagai teroris yang harus diawasi. Ini definisi dan anggapan sangat keliru serta kebijakan sesat dan tidak beralasan. Karena itu harus ditolak,” paparnya.

Politisi PPP ini menegaskan teroris adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Sementara Islam adalah rahmat dan pelopor humanisme sejagad. “Kini dakwah Islam diawasi, tidak mustahil besok polisi akan mengawasi sektor kehidupan yang lain, termasuk kebebasan pers,” pungkas Lukman.

Ant/tya

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….