Minggu, 23 Agustus 2009 20:45 WIB Wonogiri Share :

Lebaran, JLS open traffic

Wonogiri (Espos)–Petugas pelaksana proyek pembangunan jalan jalur lintas selatan (JLS) menargetkan menjelang Lebaran ruas jalan Giriwoyo-Pacitan telah selesai dan dapat dilalui pemudik (<I>open traffic<I>). Pembangunan jalan telah mencapai 1.000 meter.

Menurut Petugas Lapangan PT Nusantara Survey (Nusvey), Adi Prabowo, diperkirakan pada Hari Lebaran, jalan telah dapat dilalui alias selesai pengaspalan. Dia mengatakan, dari target pembangunan jalan yakni 1.500 meter, pada awal bulan Ramadhan diperkirakan telah mencapai 800 meter hingga 1.000 meter.

Sehingga, pada saat lalu lintas mudik mulai ramai, jalur lintas selatan telah selesai dikerjakan. “Lebaran kami akan <I>open traffic<I>, karena sebagain ruas jalan telah selesai dikerjakan,” ungkap dia ketika dihubungi <I>Espos<I>, Minggu (23/8).

Dia mengatakan, tidak ada kendala secara teknis untuk pembangunan jalan, tetapi letak tiang listrik yang berada di tengah jalan yang harus dipindahkan. Untuk itu, sambung dia, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan PLN untuk mengalihkan tiang listrik tersebut. Menurut dia, pihak PLN telah membuat jaringan baru untuk mengalihkan tiang listrik tersebut. “Sudah ada tiang-tiang listrik baru, sehingga tinggal memindahkan,” papar dia.

Lebih lanjut, petugas pelaksana lainnya, Subkan mengatakan pada pekan ini tim pelaksana akan menyelesaikan bagian <I>intersection<I> yang berada tepat di depan Pasar Giriwoyo. <I>Intersection<I> merupakan titik jalan menghubungkan Giriwoyo-Pacitan maupun Giriwoyo-Pracimantoro. Dia mengatakan selain menyelesaikan pembangunan di areal tersebut,  tiang listrik yang berada di tengah jalan akan dipindahkan.

“Dalam pekan ini pekerjaan pembangunan jalan maupun pemindahan tiang listrik dapat dilaksanakan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Kabupaten Wonogiri, Budi Susilo mengatakan masih ada 10 warga di Giriwoyo yang belum bersedia menerima ganti rugi untuk jalan jalur lintas selatan. Dia mengatakan, pemerintah kabupaten menyerahkan proses ganti rugi tanah tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri. Harga ganti rugi tanah bervariasi yakni Rp 50.000-Rp 60.000 per meter persegi.

Dia menambahkan, ada tiga kecamatan yang dilalui jalur lintas selatan tersebut yakni Pracimantoro, Giriwoyo dan Giritontro, total bidang tanah yang digunakan yakni 1.471. “Kami sudah menyerahkan proses ganti rugi tanah tersebut kepada PN,” jelasnya.
das

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…