Sabtu, 22 Agustus 2009 20:28 WIB Boyolali Share :

Mengaku polisi, curi HP dan emas

Boyolali (Espos)–Aksi seorang pria yang mengaku sebagai anggota polisi di jajaran Polres Boyolali, membuat Eni Miranti, 17, warga Sindon, Kecamatan Ngemplak, harus kehilangan telepon genggam dan gelang emas miliknya.

Informasi di kepolisian menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di jalan Sudimoro-Pengging, Kecamatan Teras, Kamis (20/8) sekitar pukul 10.30 WIB.

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama seorang teman, Sri Wulandari, 18, hendak ke Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Boyolali untuk mencari informasi pekerjaan.

Keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor. Sesampai di depan Kantor Disnakertransos, tiba-tiba dihentikan seorang pria tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Polri. Pelaku segera menanyakan surat kendaraan. Eni Miranti segera menunjukkan surat kendaraan untuk diperiksa.

Beberapa saat pelaku berlagak seperti polisi dan memeriksa surat kendaraan tersebut. Beberapa waktu kemudian pelaku mengatakan korban akan ditilang. Korban selanjutnya diminta mengikuti pelaku.
Sesampainya di jalan yang sepi tepatnya di jalan Sudimoro-Pengging, Kecamatan Teras, pelaku berhenti.

Selanjutnya pelaku meminta tas korban untuk diperiksa. Setelah dikembalikan, korban kaget, karena telepon genggam merek Nokia seri 1600 dan satu gelang emas seberat enam gram miliknya raib dirampas pelaku.

Setelah mendapatkan barang berharga, pelaku segera kabur ke arah selatan atau jalan jurusan ke Klaten. Pelaku diketahui memiliki ciri-ciri berbadan gemuk, tinggi sekitar 165 sentimeter, memakai jaket warna hitam dan celana coklat.

Pelaku juga diketahui mengendarai motor Yamaha Jupiter bernomor polisi AD 6688 C.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 1 juta. Atas kejadian tersebut, korban segera melapor ke Polres Boyolali guna penyelidikan lebih lanjut.

dwa

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…