Sabtu, 22 Agustus 2009 17:08 WIB News Share :

Kedutaan RI belum peroleh pemberitahuan soal penangkapan 3 WNI

Jakarta–Kedutaan RI di Malaysia belum mendapatkan pemberitahuan tentang penangkapan tiga warga negara Indonesia oleh Kepolisian Diraja Malaysia.

“Kami belum mendapat pemberitahuan tentang penangkapan tersebut,” kata Kepala Bagian Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI di Malaysia Widyarka Ryananta kepada Tempo, Sabtu (22/8).

Menurut Widyarka, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepolisian Diraja Malaysia untuk mencari tahu kebenaran kabar tersebut.

“Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut kami akan berkoordinasi dengan kepolisian diraja Malaysia,” ujar Widyarka. Dia juga mengaku belum bisa memberikan keterangan apapun sebab kabar tersebut masih belum dipastikan kebenarannya. “Apakah benar WNI kami akan pastikan dulu, nanti kami kabari.”

Mengenai kabar bahwa penangkapan itu disertai dengan penemuan bahan peledak berupa enam batang C4 berjenis Emulex dan empat detonator, Widyarka juga menolak berkomentar lebih lanjut. Dia hanya mengatakan bahwa jenis peledak itu adalah jenis peledak yang berasal dari Malaysia.

“Kalau jenis itu memang berasal dari Malaysia,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya kepolisian Malaysia menangkap tiga warga Indonesia dalam razia yang digelar di perkampungan warga Indonesia ilegal di hutan Bukit Kiara View, Desa Sri Hartamas, Kuala Lumpur, Jumat (21/8). Dalam razia polisi juga menemukan enam bahan peledak C4 berjenis Emulex serta empat kabel detonator dan lebih dari 30 senjata tajam seperti parang, pisau serta clurit. Bahan peledak itu ditemukan dibawah lantai salah satu gubuk permukiman.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…