Sabtu, 22 Agustus 2009 20:55 WIB Solo Share :

Jemaah Tablikh tak terkait teroris

Solo (Espos)–Jemaah Tablikh atau Jamaah Jaulah tidak terkait dengan jaringan teroris di tanah air, meski jaringan jemaah ini melibatkan umat Islam dari berbagai negara.

Adanya pemeriksaan terhadap delapan orang warga asing oleh aparat kepolisian hanya sebatas klarifikasi terhadap keberadaan mereka di Mesjid An Ni’mah Tanjunganom, Serengan, Solo.

Demikian diungkapkan penanggung jawab Jemaah Tablikh, Hadi Muhammad, saat bersilaturahmi di Griya Solopos, Sabtu (22/8).

“Saya ikut mendampingi ke delapan warga Filipina tersebut. Tidak ada itu penangkapan terhadap mereka. Yang ada hanya mereka (warga Filipina –red) dimintai keterangan,” ungkapnya.

Permintaan keterangan yang dimaksud, menurut dia, terkait dengan keberadaan mereka di Indonesia, khususnya dalam hal izin kunjungan.

“Untuk itulah, kami perlu menegaskan kalau Jemaah kami tidak terkait dengan jaringan teroris,” katanya yang didampingi dua orang pimpinan jemaah lainnya, Mahmudi dan H Luthfi Jauhari SH.

Kedatangan tiga orang pimpinan Jemaah Tablikh itu diterima oleh Manajer Sirkulasi & Promosi SOLOPOS, Amir Tohari.

Dalam kesempatan itu, pimpinan Jemaah Tablikh menilai pemberitaan SOLOPOS, tentang Jemaah Tablikh sudah seimbang.

Sementara itu, Mahmudi juga menambahkan, jemaahnya sebenarnya tidak memiliki nama dan tidak mengibarkan bendera apapun. Nama Jemaah Tablikh maupun Jemaah Jaulah tersebut muncul dengan sendirinya, seiring dengan perjalanan dakwah yang dilakukan bertahun-tahun.

Dia sangat berharap dengan tidak adanya nama, jemaah itu bisa melakukan dakwah ke berbagai elemen yang ada tanpa harus terkotak-kotak oleh kelompok tertentu.

Terkait dengan pemberitaan pemburuan teroris belakangan ini, Hadi Muhammad sebagai salah satu pimpinan Jemaah tersebut meminta agar masyarakat tidak curiga terhadap jemaahnya.

yan/*

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….