Jumat, 21 Agustus 2009 17:41 WIB News,Ekonomi Share :

Hingga Agustus 2009, APBN 2009 defisit Rp 7,087 triliun

Jakarta–Sampai dengan 14 Agustus 2009, APBN 2009 telah mencatat defisit sebesar Rp 7,087 triliun akibat tingginya nilai belanja negara dibandingkan dengan penerimaan negara.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (21/8).

“Untuk pembiayaan Rp 53,398 triliun, tidak hanya dari SUN (Surat Utang Negara), tapi dari pajak. Ada obligasi juga walaupun paling banyak dari surat utang negara,” ujarnya.

Hingga 14 Agustus 2009,  penerimaan negara tercatat sebesar Rp 468,263 triliun atau 55,18% dari APBN 2009 (dokumen stimulus). Terdiri dari penerimaan dalam negeri Rp 467,93 triliun atau 55,20%  dari target dan penerimaan perpajakan Rp 367,159 triliun atau 55,48% dari target.

Kemudian meskipun lebih tinggi dibandingkan penerimaan, belanja negara per 14 Agustus masih di bawah 50% yaitu Rp 475,324 triliun atau 55,48% dari target. Belanja itu terdiri dari:
Belanja pemerintah pusat realisasinya 44,96% atau Rp 307,991 triliun,

Belanja pegawai Rp 85,589 triliun atau 61% dari target.

Belanja modal Rp 27,761 triliun atau 38,56% dari target,

Pembayaran kewajiban utang 56,46% atau Rp 62,459 triliun, dan

Subsidi 39,48% atau Rp 48,76 triliun.
“Belanja negara tahun 2008 Rp 490,100 triliun atau 49,57% dari target APBN, yang sekarang ini Rp 475,32 triliun atau 48,11%. Tapi belanja modal lebih bagus tahun ini, sekarang 38,65% atau Rp 27,761 triliun, kalau kemarin itu Rp 24,718 triliun atau 31,24% dari target,” kata Herry.
dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…