Jumat, 21 Agustus 2009 17:09 WIB News Share :

Demi pendidikan sang anak, Siti hajar bertekad kembali ke Malaysia

Garut–Siti Hajar,31, TKI yang sempat disiksa majikannnya di Malaysia bertekad kembali ke negeri jiran itu demi memenuhi biaya pendidikan kedua anaknya.

Rencana korban penyiksaan majikan di Kuala Lumpur Malaysia itu untuk kembali menjadi  TKI tetap diproses sesuai aturan pengiriman tenaga kerja keluar negeri, kata Wakil Bupati Garut Diky Candra kepada wartawan di Garut, Jumat.

“Agar dia (Siti Hajar :Red) senantiasa mendapatkan advokasi perlindungan hukum, juga memiliki kesiapan sumber daya manusia yang terampil bekerja di luar negeri,” katanya.

Bahkan diharapkan profesi yang dijalani TKI, tak hanya sebatas menjadi pembantu rumah tangga atau pekerja kasar, melainkan secara bertahap dapat menjadi tenaga akhli, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnakersostrans setempat Elka Nurhakimah mengatakan, pihaknya menyiapkan program penanganan para mantan TKI yang bermasalah di luar negeri, berupa pelatihan berbagai keterampilan serta pemberian dana usaha ekonomi produktif.

Mereka akan dibina dan diawasi dalam melaksanakan usaha ekonomi produktifnya, bahkan jika berkembang bisa dipasilitasi untuk mendapatkan penambahan modal usaha, katanya.  

Siti Hajar warga Kampung Lio Wetan Rt.2/5 Kp desa Limbangan Barat kecamatan Balubur Limbangan Garut tersebut, mengemukakan ikhlas menjadi TKI kembali demi memenuhi kebutuhan biaya pendidikan kedua anaknya, masing-masing Zaki,4, dan Toni,14, kini siswa kelas 2 SMP, hingga mereka ke perguruan tinggi.

Meski sebelumnya bekerja selama tiga tahun di Kuala Lumpur Malaysia, sempat disiksa majikannya bahkan gajinya pernah tidak diberikan selama 34 bulan, namun tetap bertahan agar bisa membawa pulang hasil kerjanya itu, katanya.

Dia mengharapkan bisa mendapatkan majikan yang baik dan patuh terhadap peraturan ketenagakerjaan, atau tidak semena mena memperlakukan pembantu rumah tangga.

Sedangkan luka yang dialaminya, hingga kini belum sepenuhnya pulih karena badannya masih sering mengalami rasa nyeri, sehingga kalangan keluarga menyarankan agar mencari pekerjaan yang layak di dalam negeri, ungkapnya. 

Ant/tya

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….