Jumat, 21 Agustus 2009 17:33 WIB Boyolali Share :

Cegah kebakaran hutan, BTNGM tingkatkan patroli

Boyolali (Espos)–Memasuki pertengahan musim kemarau, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) meningkatkan patroli ke desa-desa yang berbatasan langsung dengan hutan, mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan.

Pendekatan sosial dengan masyarakat sekitar hutan, dianggap menjadi upaya paling efektif menekan potensi terjadinya kebakaran hutan.

Kepala BTNGM, Dulhadi, mengatakan penyebab kebakaran di TNGM 99,9 persen adalah faktor manusia. Kebakaran yang disebabkn oleh alam sendiri persentasenya sangat kecil.

Oleh karenanya, lanjut dia, memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga kelsetarian hutan dan tidak melakukan pembakaran di sekitar hutan bagi warga sekitar hutan sangat penting.

“Biasanya penyebab kebakaran adalah warga yang mencari rumput, awalnya di bawah masih di luar wilayah taman nasional. Namun semakin lama semakin ke atas dan masuk wilayah taman nasional. Seringnya mereka membuang puntung rokok sembarangan masih dalam keadaan hidup yang akhirnya menimbulkan kebakaran,” papar Dulhadi didamping Agus Haryadi, Seksi Pengelolaan Taman Nasional di bagian Kopeng, Jumat (21/8), di Boyolali.

Dua wilayah yang selama ini rawan terjadinya kebakaran hutan adalah Kecamatan Ampel dan Kecamatan Selo. Tapi sejauh ini, BTNGM belum menerima laporan adanya kebakaran hutan di dua kecamatan itu, maupun wilayah lain.

Agus menambahkan, kesadaran warga sekitar hutan untuk menjaga hutan dari bahaya kebakaran belakangan cukup meningkat. Warga sudah merasakan sendiri dampak langsung dari terjadinya kebakaran hutan, yakni debit air tanah berkurang. Sehingga warga mau tidak mau warga harus ikut aktif berperan dalam menaga hutan.

kha

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…