Jumat, 21 Agustus 2009 21:07 WIB Sukoharjo Share :

Buronan kasus terorisme warga Sukoharjo, menghilang

Sukoharjo (Espos)–Salah seorang buronan kasus terorisme, Bagus Budi Pranoto alias Urwah tercatat sebagai warga Buntarejo RT 01/RW IV, Desa Kadokan, Grogol, Sukoharjo. Namun, pria yang dikenal sebagai pengusaha konveksi itu menghilang sejak beberapa pekan lalu.

Keterangan yang dihimpun <I>Espos<I>, Jumat (21/8), menyebutkan, sejak SMP, Bagus telah tinggal di Kadokan dan diangkat anak oleh salah seorang warga setempat. Beberapa tahun lalu, lelaki kelahiran Kudus itu menikah dengan seorang wanita asal Magelang bernama Rina, namun sampai kini belum dikarunia anak.
Ketua RT 01/RW IV Buntarejo, Jumadi saat dikonfirmasi <I>Espos<I>, kemarin, mengakui Bagus Budi Pranoto sebagai warga setempat. Menurutnya, Bagus yang beralamat asli di Kaliwungu, Kudus telah mengajukan surat pindah ke Kadokan pada tahun 2007. “Saya mengenal dia dengan baik,” jelasnya di rumahnya.

Jumadi memaparkan, dirinya merasa kaget ketika mengetahui dari pemberitaan media bahwa Bagus termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme yang dirilis kepolisian. Padahal selama ini, ia mengenal Bagus sebagai orang baik, yang selalu aktif dalam kegiatan di kampung maupun mesjid setempat.

Jumadi mengaku Bagus telah ia anggap sebagai anak sendiri. Terakhir kali, lanjutnya, dirinya bertemu Bagus pada Jumat (7/8) malam lalu, atau bertepatan dengan penggerebekan di Beji, Temanggung. “Jumat siang ia masih bertugas menjadi khotib salat Jumat di Mesjid Al-Hikmah kampung sini. Lalu malamnya saya masih bertemu setelah Salat Isya. Setelah itu sampai sekarang saya tak pernah bertemu lagi dengannya,” urainya.

Sebelumnya, saat <I>Espos<I> menyambangi rumah Bagus yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah Jumadi, isteri Bagus, Rina tak bersedia ditemui. Salah seorang tetangga yang enggan disebut namanya menjelaskan, keseharian keluarga Bagus selama ini tak ada yang janggal. Hanya saja, isteri Bagus mengenakan cadar.

Berdasarkan pantauan, rumah Bagus merupakan bangunan baru yang belum sepenuhnya jadi. Bagian depan rumah dipagari dengan bambu dan temboknya sebagian belum diplester. Sementara, si jendela depan rumah terlihat pecahan kaca yang diduga bekas dilempar dengan batu bata.

rei

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…