Jumat, 21 Agustus 2009 15:21 WIB Pendidikan Share :

2008/2009, angka putus sekolah capai 130 kasus

Solo (Espos)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemerintah Kota Solo mencatat sebanyak 130 kasus siswa putus sekolah selama tahun ajaran 2008/2009.

Menurut data yang berhasil dihimpun Espos, angka putus sekolah tertinggi terjadi di jenjang SMK yakni mencapai 50 siswa. Jenjang SD menempati urutan kedua dengan 43 kasus. Untuk SMP dan MTs menempati urutan ketiga masing-masing mencapai 16 kasus. Sementara di jenjang SMA mencapai lima kasus. Sedangkan untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Aliyah (MA), dan SMP terbuka tidak satu pun ditemukan kasus putus sekolah. Perbedaan angka putus sekolah antara sekolah negeri dan sekolah swasta tidak signifikan, mengingat perbandingannya mencapai 61:69.

Kepala Disidikpora, Drs Rakhmat Sutomo MPd saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Kamis (20/8), mengatakan sebagian besar angka putus sekolah di Kota Solo disebabkan faktor keluarga. Menurutnya, rata-rata siswa yang bersangkutan mempunyai latar belakang broken home. Ia melanjutkan, kalau pun terdapat faktor ekonomi, jumlahnya tidak signifikan.

“Kami sudah berupaya menjadikan sekolah agar bisa dijangkau oleh warga miskin. Jadi, jangan sampai warga Solo tidak bisa sekolah hanya karena faktor ekonomi,” papar Rakhmat.

Selain faktor broken home, diduga siswa yang bersangkutan tidak memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan sekolah.

m82

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…