Kamis, 20 Agustus 2009 17:38 WIB Sport Share :

Raksasa MU tumbang

London (Espos)–Juara bertahan Manchester United menerima tamparan keras setelah secara mengejutkan tumbang di kaki tim promosi Burnley 0-1 pada laga lanjutan Liga Premier, Kamis (20/8) dini hari WIB.

Bermain di kandang sendiri, Stadion Turf Moor, tendangan voli dari jarak dekat Robbie Blake pada menit 19 tak kuasa diadang Ben Foster, kiper Manchester United. Ini merupakan kemenangan pertama Burnley atas sang raksasa Inggris, MU, dalam 41 tahun terakhir.

Kiper Burnley, Brian Jensen juga menyumbang peran besar atas kemenangan timnya. Jensen melakukan penyelamatan terhadap tendangan penalti Michael Carrick sebelum jeda pertandingan, setelah Blake melakukan pelanggaran terhadap Patrice Evra.

“Kami sangat kecewa dan ini bukan penampilan terbaik kami,” sesal manajer The Red Devils, Sir Alex Ferguson dilansir dari <I>yahoosports.com<I>.

“Mungkin ini malam milik Burnley. Banyak hal terjadi di kotak penalti, saya tidak tahu kenapa kami tidak dapat mencetak gol. Dengan sejumlah peluang yang kami dapatkan, seharusnya kami dapat menang,” imbuhnya.
Penyesalan mendalam pun diungkapkan sang manajer atas kekalahan timnya. Ferguson menyebut kekalahan ini sebagai pukulan telak bagi timnya.

“Ini sebuah pukulan telak bagi kami. Saya tahu semua orang akan mengatakan kami tidak pernah mendapatkan hasil bagus di awal musim, kami biasanya memanfaatkan waktu dan pada Oktober kami baru mendapatkan start yang bagus. Namun mengabaikan hal itu, kami seharusnya tidak kalah pada pertandingan ini,” sesalnya.

Ditilik dari sejarahnya, kedua tim ini hanya pernah bertemu tiga kali sejak Burnley berkiprah dalam kompetisi level teratas di Inggris pada musim 1975/1976. United memenangi semua pertemuan saat di Piala Liga dengan keunggulan agregat 9-0 dan tak pernah kalah dari United sejak pertandingan liga pada 14 September 1968.
anh/Rtr

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…