Kamis, 20 Agustus 2009 18:09 WIB News Share :

Penanganan kekeringan di Grobogan masih stagnan

Grobogan (Espos)–Warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan yang dilanda kekeringan dan kekurangan air bersih selama musim kemarau, mulai memanfaatkan air sungai/saluran air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari

Menurut Suyitno, warga Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, kepada Espos, Kamis (20/8), untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, ia terpaksa mengambil air dari saluran air tak jauh dari rumahnya.

“Air ini dialirkan dari Waduk Sanggeh, meski terlihat keruh karena melalui saluran air depan rumah warga namun karena terpaksa tetap kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sumi, 40, warga Toroh lainnya. Warga karena tak mampu membeli air bersih akhirnya memanfaatkan sisa air yang ada di sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Ketua DPC PKB Kabupaten Grobogan HM Nurwibowo kepada Espos menyatakan, penanganan kekeringan di Kabupaten Grobogan cenderung stagnan. Artinya penanganannya hanya sebatas pemberian bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

“Dari tahun ke tahun yang penanggulangannya hanya pemberian bantuan air bersih. Bukannya berkurang jumlah daerah yang kekeringan namun malah bertambah,” jelas anggota DPRD ini.

Upaya pembuatan embung guna menampung air di musim hujan untuk dimanfaatkan di musim kemarau, menurut Nurwibowo juga kurang efektif. Mengingat kondisi tanah di Kabupaten Grobogan yang mudah merekah di musim kemarau.

rif

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….