Kamis, 20 Agustus 2009 14:17 WIB Sport,Internasional Share :

Media Italia "serbu" Mourinho

Roma–Kompetisi Italia belum dimulai, situasi sudah panas. Pernyataan keras Jose Mourinho terhadap Marcelo Lippi mengundang reaksi. Media-media Italia ramai-ramai ‘menyerbu’ Mourinho.

Masalah berawal ketika Lippi tak menjagokan Inter Milan untuk meraih juara Seri A musim ini. Tim asuhannya tak diperhitungkan, Mourinho berang pada Lippi.

Dalam perkembangan selanjutnya, Lippi minta maaf kepada Mourinho. Namun The Special One masih terus mengecam pelatih La Nazionale itu. Mourinho menuding Lippi sebagai orang yang tidak cerdas .

Diberitakan Football Italia, media-media di negara itu ramai-ramai mengecam Mourinho.

“Kita harus menanyai pelatih Inter mengapa ia ingin memancing kontroversi. Salah satu penjelasan yang mungkin adalah dia merasakan sebuah kemunduran. Sebab, komentar ini datang sepuluh hari sejak mereka kalah dari Lazio di Piala Super,” demikian tulis Marco Ansaldo di harian La Stampa.

Dalam analisisnya, Ansaldo mengatakan bahwa target sesungguhnya Mourinho bukanlah Lippi, namun Juventus. “Musim lalu, Mourinho dengan mudah mencari alasan untuk menyerang Claudio Ranieri (pelatih Juventus).”

Ini terkait dengan fakta bahwa di waktu lalu Mourinho adalah pengganti Ranieri di Chelsea. Di tangan arsitek asal Portugal itu, The Blues meraih sukses. Sesuatu yang tak bisa dicetak oleh Ranieri.

“Namun saat ini dia tidak punya alasan menyerang Ciro Ferrara. Lalu, Mourinho menjadikan Lippi bagi sasaran.”

La Republicca menyindir Inter dan Mourinho. “Yang Mulia telah dihina,” demikian dituliskan Fabrizio Bocca dalam kolomnya. “Jangankan berkata, saat ini kami dilarang berpikir bahwa Inter bukanlah yang terbaik, yang paling atraktif, dan yang paling hebat di seluruh dunia. Kita harus mengagungkannya di setiap waktu.”

Bocca berpendapat bahwa Mourinho memiliki problem di Italia. “Mourinho punya masalah. Ia bukan hanya pelatih hebat, namun juga pelatih yang ingin dicintai. Namun untuk tim yang meraih juara sebanyak Inter, hal itu sepertinya sulit.”

“Bila ia terus menerus bermain dalam kontroversi, maka ia bakal makin sulit mendapatkan simpati.”

Sindiran juga dikeluarkan La Gazzeta dello Sport .  “Bagaimana bisa sebuah prediksi dinilai ofensif atau bakal mempengaruhi hasil kompetisi? Anggapan ini dikeluarkan oleh pelatih yang mengancam untuk tak menghadiri konferensi pers Medieval karena ia tidak mampu mengungkapkan pandangannya di sana,” demikian tulis Luigi Garlando dalam kolomnya. .

“Sekarang, dia ingin menghentikan ucapan seorang kolega yang mengatakan kemenangan akan jatuh kepada tim tertentu.”

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…