Kamis, 20 Agustus 2009 18:11 WIB Klaten Share :

Kejari tagih pelimpahan tersangka penambangan liar

Klaten (Espos)–Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten menagih pelimpahan tersangka penambangan liar kepada Polres setempat. Sementara tim penertiban penambangan bahan galian golongan C (P2BG2C) Pemkab Klaten mensinyalir ada tersangka penambangan liar yang beroperasi kembali.

Sekretaris Tim P2BG2C Pemkab Klaten, Sri Sumanto ketika ditemui wartawan, Kamis (20/8), mengungkapkan adanya sinyalemen salah seorang tersangka penambangan liar yang digerebek Polres Klaten beberapa waktu lalu beroperasi. Tersangka tersebut, kini, kembali tertangkap dalam operasi yang digelar oleh tim dari Polda Jateng, beberapa hari lalu.
“Kenapa setelah ada tangkapan, kok sudah bekerja kembali di tempat yang sama. Dan tertangkap lagi oleh Polda,” urai dia di kompleks Pemkab setempat.

Tim, jelas Sri menyayangkan realita tersebut mengingat masih beroperasinya para tersangka. Informasi yang dia terima, hampir seluruh tersangka yang ditangkap Polres kembali beroperasi.

“Tidak kecewa, tetapi kami menyayangkan barang itu dioperasikan kembali,” tegas dia.

Terkait kelanjutan proses hukum atas kelima tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Polres, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Klaten, Hardijono Sidayat mengungkapkan, sebanyak empat dari lima berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap alias telah P21.

Namun, hingga kemarin, pihaknya belum menerima pelimpahan tersangka maupun barang bukti dari kepolisian. Padahal, pelimpahan tersebut menjadi bagian dari prosedur yang harus dilalui saat berkas pemeriksaan dinyatakan lengkap. Keempat berkas yang telah P21 itu terdiri dari berkas pemeriksaan atas nama tersangka Aripno, Hartanto, Joko Wardoyo dan Sarwidi. Berkas telah dinyatakan lengkap sejak tanggal 12 Agustus lalu.

“Sejauh ini tersangka dan barang bukti belum diserahkan. Bila tidak diserahkan, nanti ada konsekuensi lainnya. Masyarakat bisa bertanya ada apa kok tidak diserahkan? Tetapi saat ini kami masih menunggu hingga sebulan, untuk kemudian mempertanyakannya secara formal,” ujar Sidayat.

Kapolres Klaten AKBP Tri Warno Atmojo melalui Kasatreskrim Polres Klaten AKP Kurnia Hadi mengatakan, soal pelimpahan tersangka, pihaknya belum menerima berkas yang dinyatakan P21 itu.

haa

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…