Kamis, 20 Agustus 2009 16:05 WIB Klaten Share :

Diduga disengaja, Balaidesa Jambu Kidul terbakar

Klaten (Espos)--Sebagian Balaidesa Jambu Kidul, Ceper, Klaten, Kamis (20/8) dini hari, terbakar. Diduga ada unsur kesengajaan pihak tak bertanggung jawab untuk membakar balaidesa yang sempat disegel Kawulo alit pemberantas korupsi (KPK) setempat selama tiga hari itu.

Berdasar keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian diketahui, tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 20 juta dari kerusakan bangunan, kursi, serta 200-an set selimut bantuan bagi korban gempa bumi tahun 2006.

Kebakaran itu sendiri kali pertama diketahui beberapa warga sekitar pukul 00.15 WIB. Ketika itu, sejumlah warga yang sedang bermain kartu remi tak jauh dari lokasi kejadian mendengar suara berisik dari arah balaidesa. Lantaran merasa penasaran, sekelompok warga berinisiatif memeriksa balaidesa. Sesampai di balaidesa, warga mendapati api sudah berkobar cukup besar di bagian gudang berukuran sekitar 3×3 meter persegi. Gudang tersebut merupakan bekas ruang kepala desa (Kades) Wiyanti.

Seketika itu, sejumlah warga berteriak memanggil warga lain untuk mencoba memadamkan api. Sedangkan sebagian warga yang lain memberitahu kepala dusun (Kadus) III Jambu Kidul, Respati, tentang terjadinya kebakaran tersebut.

“Selanjutnya warga bersama-sama berusaha memadamkan api menggunakan air dari sumur balaidesa. Mereka menggunakan ember dan peralatan seadanya. Beruntung, tak lama berselang, dua unit pemadam kabakaran (PMK) Klaten tiba di lokasi kejadian. Pukul 02.00 WIB api berhasil dipadamkan,” ujar Kaur Pembangunan Jambu Kidul, Tri Handoyo saat ditemui wartawan.

Salah seorang saksi mata, Aris, 38, warga Keplok RT 2/RW VII Jambu Kidul mengaku sempat mencium bau menyengat bahan bakar seperti minyak tanah atau bensin saat membersihkan lokasi bekas kebakaran pagi harinya. Disampaikannya, bau tersebut juga dirasakan oleh beberapa warga lain yang ikut  membersihkan lokasi kebakaran.

Menurut Aris, polisi telah membawa sebagian selimut yang berbau bahan bakar tersebut. Diduga, selimut tersebut bakal digunakan sebagai barang bukti (BB).

Polisi diketahui juga telah menyita papan data monografi Desa Jambu Kidul yang sebelumnya telah dicorat-coret oleh KPK setempat saat aksi penyegelan balaidesa awal pekan lalu.

Kapolres Klaten AKBP Tri Warno Atmojo melalui Kapolsek Ceper AKP Sri Wiraden saat dikonfirmasi wartawan menyatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

kur

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…